√ Episode 79: "Pertarungan di Bawah Tanah"
Mufasa Adventure - Episode 79: "Pertarungan di Bawah Tanah"
Penjaga dari Masa Lalu
Makhluk besar itu perlahan melangkah maju, suaranya menggetarkan tanah seperti gemuruh petir dari dalam bumi. Mufasa berdiri tegap, matanya fokus, tangan siap di kontrol Aile Strike Gundam yang berdiri tepat di belakangnya, menyempil di sela-sela reruntuhan sempit.
"Kalau kau memang penjaga dari masa lalu," gumam Mufasa, "maka tunjukkan kekuatanmu."
Makhluk itu membuka bagian dadanya, memperlihatkan intisari cahaya merah yang tampak seperti energi kuno yang tersimpan selama berabad-abad. Tapi bukan hanya itu—dari balik bahunya, dua tangan batu tambahan keluar, memperlihatkan bahwa makhluk ini bukan hanya besar, tapi juga gesit dan mematikan.
Gundam Melawan Penjaga
Mufasa langsung masuk ke kokpit Aile Strike Gundam, lalu menyalakan sistem pertarungan.
Beam Saber putih dengan cahaya pink menyala terang dari kedua tangan Gundam.
Beam Rifle abu-abu tua dengan cahaya hijau terang juga siap di tangan.
Tanpa basa-basi, makhluk itu melompat dengan kecepatan mengejutkan, menghantamkan empat lengannya ke arah Mufasa. Namun dengan lincah, Aile Strike Gundam melompat ke samping, lalu menebas satu lengan batu itu dengan beam sabernya.
CRACK!
Tebasan itu meninggalkan retakan dalam, tapi makhluk itu berputar dan menyerang balik dengan pukulan besar yang menghantam perisai Gundam.
Pertarungan berlangsung sengit. Mereka bertarung di ruang batu yang sempit, membuat setiap gerakan harus presisi dan berani.
Mufasa menahan semua serangan, lalu menggunakan beam rifle untuk menembak tepat ke intisari energi merah di dada makhluk itu.
TEMBAKAN TEPAT SASARAN.
Makhluk itu terhuyung, lalu berlutut, tubuhnya mulai membatu kembali. Tapi sebelum benar-benar membeku, makhluk itu berkata dengan suara berat:
"Kau… memang layak… Penjaga Kristal yang sesungguhnya… bukan yang menyalahgunakannya."
Pintu Menuju Kebenaran
Begitu makhluk itu diam, sebuah batu di belakang ruangan bergeser perlahan, membuka jalan menuju ruang rahasia. Di dalamnya… terdapat lemari batu dan satu gulungan tua yang bersinar samar.
Mufasa melangkah masuk, lalu membaca gulungan itu. Di dalamnya tertulis…
“Kebenaran bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan dalam kristal. Ia harus dijaga… dalam hati manusia yang jujur.”
Mufasa mengepalkan tangan.
“Petualangan ini belum berakhir. Tapi aku sudah semakin dekat dengan jawaban dari semua ini.”
(Bersambung ke Episode 80: "Gulungan Kebenaran")
