√ Episode 82: “Raksasa dari Keserakahan Kaizor Vriath”
Mufasa Adventure – Episode 82: “Raksasa dari Keserakahan Kaizor Vriath”
Aile Strike Gundam meluncur cepat di atas daratan Auralith. Permukaan tanah berwarna keemasan memantulkan cahaya matahari, menciptakan pemandangan luas seperti padang logam yang tak berujung. Pilar Cahaya terlihat tinggi di kejauhan, menjadi penanda arah yang pasti.
Namun perjalanan tidak berlangsung mulus.
Aktivitas Monster
Sensor radar pada kokpit menampilkan gangguan besar. Poin merah berkedip-berkedip — semakin dekat.
“Target besar… bergerak cepat,” gumam Mufasa.
Permukaan tanah yang semula tenang tiba-tiba terbelah dari bawah. Pecahan tanah beterbangan, dan sebuah tubuh raksasa keluar menerobos tanah.
Makhluk itu — Kaizor Vriath.
Penampilan Kaizor Vriath
Kaizor Vriath berdiri sangat besar, tubuhnya tersusun dari lapisan-lapisan mineral keras berwarna hitam metalik. Wujudnya menyerupai predator berkaki empat dengan punggung penuh tonjolan tajam seperti pecahan batu. Kedua matanya menyala merah, bukan oleh sihir, tapi reaksi cahaya dari mineral panas di dalam tubuhnya.
Monster itu melepaskan pekikan rendah yang menggetarkan tanah.
Mufasa menarik kontrol kemudi.
“Tidak ada pilihan… aku harus melewati dia.”
Pertempuran Dimulai
Kaizor Vriath melesat dengan kecepatan yang tak masuk akal untuk makhluk sebesar itu. Aile Strike Gundam menghindar ke kiri, mesin backpack Aile Pack menyalakan booster penuh.
Senjata langsung dikeluarkan.
— 57mm High-energy Beam Rifle
Tiga tembakan cepat dilepaskan tepat ke bagian dada monster.
Ledakan terjadi, tetapi justru memantul. Lapisan mineral raksasa itu terlalu keras.
Kaizor Vriath membalas dengan serangan cepat. Kakinya menghantam tanah dan mengirimkan pecahan tanah tajam ke arah Gundam seperti proyektil. Aile Strike melindungi diri memakai shield panjang di tangan kiri — dentingan keras terdengar, perisai masih bertahan.
Analisis Cepat
“Mineralnya memantulkan energi tembakan… berarti titik lemahnya bukan dari jarak jauh.”
Mufasa menyimpan rifle ke waist skirt kanan.
Tangan kanan Gundam meraih Armor Schneider Combat Knife dari bahu kanan.
Kaizor Vriath menerjang sekali lagi.
Aile Strike melompat tinggi dengan bantuan Aile Pack.
Di udara, Mufasa mengatur sudut serangan. Ia melihat celah kecil di bagian leher monster — titik tempat lapisan mineral bertemu tanpa menyatu sempurna.
“Di situ…”
Serangan Penentuan
Begitu turun dari udara, Aile Strike memutar tubuh dan menancapkan Armor Schneider tepat ke celah di leher raksasa.
Pisau menghujam masuk.
Kaizor Vriath mengamuk, meronta sambil menabrakkan tubuh ke tanah. Aile Strike hampir terpental, tapi Mufasa memaksa kontrol untuk mempertahankan posisi.
Pisau kedua dari bahu kiri dikeluarkan.
— Dua Armor Schneider sekaligus menghantam celah leher
Mineral retak. Bunyi pecah terdengar keras. Kemudian seluruh tubuh Kaizor Vriath melemah dan runtuh, mineral dari tubuhnya menjadi tumpukan puing tak berbahaya.
Aile Strike Gundam berdiri tegak di tengah debu dan tanah retak.
Mufasa menarik napas — keringat membasahi pelipisnya.
“Kalau itu penjaga pertama… berarti yang menunggu di depan jauh lebih berbahaya.”
Setelah Pertempuran
Ia kembali memegang kendali dan melihat ke arah Pilar Cahaya. Sekarang jaraknya tampak lebih dekat, tapi suasananya berubah — langit di sekitar pilar terlihat bergetar seakan tekanan atmosfernya berbeda dari wilayah lain.
Tidak ada keraguan di hati Mufasa.
Ia mendorong throttle.
Aile Strike Gundam melaju lagi menuju takdir yang sudah menunggunya.
Bersambung ke Episode 83: “Gerbang Auralith”
