√ Episode 81: “Perjalanan Menuju Pilar Cahaya”
Mufasa Adventure – Episode 81: “Perjalanan Menuju Pilar Cahaya”
Negeri Auralith: Tanah Bersinar
Aile Strike Gundam mendarat di sebuah benua asing bernama Auralith, daratan yang tanahnya berkilau bagai kristal emas. Begitu kakinya menyentuh tanah, permukaan bumi memancarkan cahaya lembut, seolah merespon kehadiran Penyeimbang.
Namun kecantikan negeri itu segera disertai keanehan—hawa panas yang tak biasa, serta langit yang tampak seperti retakan kaca.
“Jika Pilar Cahaya ada di sini… berarti bahaya juga menunggu.”
Mufasa melangkah, menjaga kewaspadaan.
Penduduk Misterius
Saat ia berjalan di perbukitan kristal, tiba-tiba tanah berguncang. Dari balik kabut cahaya muncul makhluk humanoid berkulit berpendar seperti logam cair. Mereka membawa tombak panjang yang ujungnya berputar seperti bilah kipas.
Salah satu dari mereka maju dan berkata,
“Pendatang asing, sebutkan tujuanmu menginjak Auralith!”
Mufasa menghela napas dalam, tidak berniat mencari musuh.
“Aku datang untuk mencari Pilar Cahaya. Aku ingin mengakhiri era kegelapan.”
Para prajurit saling menatap. Lalu pemimpin mereka menunduk dalam rasa hormat.
“Kami telah menunggumu… Penyeimbang.”
Begitu kata itu terucap, tanah di bawah kaki Mufasa memancarkan cahaya yang lebih kuat lagi.
Kabar yang Mengejutkan
Pemimpin prajurit, yang memperkenalkan diri sebagai Ramdall, menjelaskan:
“Pilar Cahaya hanya bisa diaktifkan oleh orang yang tertera dalam Ramalan Kuno — yaitu dirimu. Namun jalan menuju pilar dijaga oleh raksasa kehancuran, Kaizor Vriath, monster yang lahir dari sisa keserakahan manusia.”
Ramdall menunjuk ke arah langit di kejauhan. Di bawah Pilar Cahaya terlihat siluet monster raksasa bersayap empat, dengan tubuh bersisik logam hitam dan dua tanduk menjulang bagai menara.
“Jika Kaizor Vriath bangkit sepenuhnya sebelum kau sampai, seluruh dunia akan runtuh.”
Mufasa mengepalkan tangan, merasakan tekanan takdir pada pundaknya.
“Kalau begitu… aku harus bergerak sekarang.”
Peringatan
Namun sebelum ia pergi, Ramdall menahan pundaknya.
“Penyeimbang… perjalananmu ke Pilar Cahaya tidak hanya akan menguji kekuatanmu, tapi juga kemurnian hatimu. Semakin jauh kau melangkah, semakin apa pun yang kau sembunyikan dalam hatimu akan bangkit sebagai musuh.”
Mufasa terdiam. Kata-kata itu menggema seperti ancaman yang sangat pribadi.
Tetapi tekadnya tidak goyah.
“Apa pun yang menunggu di sana… aku akan menghadapinya.”
Langkah Menuju Takdir
Aile Strike Gundam kembali aktif. Mesin menyala kuat, permukaan kristal memantulkan cahaya putih dari baju perangnya.
Mufasa menatap Pilar Cahaya yang begitu jauh namun begitu jelas.
“Aku tidak akan berhenti. Dunia harus diselamatkan… dan aku tidak akan membiarkan siapa pun menghalangi.”
Sayap mesin terbuka penuh dan Gundam melesat menuju cakrawala — perjalanan menuju takdir baru dimulai.
Bersambung ke Episode 82: “Raksasa dari Keserakahan Kaizor Vriath”
