Episode 11: "Misteri Gurun Merah"

√ Episode 11: "Misteri Gurun Merah"

Misteri Gurun Merah


Mufasa Adventure - Episode 11: "Misteri Gurun Merah"

Setelah meninggalkan Kota Eldoria, Mufasa terbang melintasi daratan luas dengan Aile Strike Gundam. Berdasarkan peta yang diberikan oleh Raja Eldros, ada sebuah tempat bernama Gurun Merah, daerah yang dipenuhi pasir berwarna kemerahan dengan reruntuhan kuno yang menyimpan berbagai misteri.

Saat memasuki wilayah gurun, suhu udara meningkat drastis. Matahari bersinar terik, membuat pasir tampak seperti bara api yang menyala. Mufasa melihat dari kokpit bahwa di tengah gurun terdapat sebuah reruntuhan besar, mirip dengan bekas kota yang telah lama ditinggalkan.

Ia mendaratkan Aile Strike Gundam di tepi reruntuhan dan turun untuk menyelidiki tempat tersebut. Langkah kakinya menimbulkan suara gemerisik di antara pasir yang tertiup angin.


Jejak di Reruntuhan

Mufasa berjalan melewati bangunan batu yang sudah runtuh. Dinding-dindingnya dipenuhi ukiran yang tampaknya memiliki makna tertentu. Ia mendekati salah satu ukiran dan memperhatikannya dengan seksama.

"Sepertinya ini bukan sekadar kota biasa..." gumamnya.

Tiba-tiba, ia merasakan getaran di tanah. Pasir mulai bergerak, dan dari balik reruntuhan, muncul sesosok makhluk raksasa berbentuk kalajengking dengan ekor berduri yang panjang. Makhluk itu memiliki kulit berwarna merah tua, menyatu dengan lingkungan sekitar.

"Jadi inilah alasan kota ini ditinggalkan..." ujar Mufasa, bersiap untuk bertarung.


Pertarungan Melawan Scorvion

Monster itu dikenal sebagai Scorvion, penjaga kuno yang menghabisi siapa pun yang berani memasuki reruntuhan. Mufasa dengan cepat kembali ke Aile Strike Gundam dan naik ke dalam kokpit.

Begitu sistem aktif, Scorvion langsung menyerang dengan ekornya. Mufasa menghindar dengan lompatan cepat ke samping, lalu mencabut beam rifle dari waist skirt dan menembakkan beberapa tembakan ke arah monster itu.

Serangan pertama hanya melukai cangkang luar Scorvion. Monster itu berputar dan menyapu pasir dengan cakarnya, menciptakan badai pasir yang menghalangi pandangan.

Mufasa mengaktifkan Igelstellung 75mm Multi-barrel CIWS di kepala Gundam dan menembakkan rentetan peluru untuk menembus badai pasir. Namun, Scorvion masih bertahan dan melancarkan serangan balik dengan cakarnya yang besar.

Menghindari serangan itu, Mufasa mengaktifkan beam saber dari Aile Pack dan langsung melompat ke atas monster. Dengan tebasan cepat, ia berhasil menghancurkan salah satu cakar Scorvion.

Monster itu mengamuk, tetapi sebelum sempat menyerang lagi, Mufasa berputar dan menebas ekornya dengan Armor Schneider Combat Knife yang diambil dari bahu Gundam. Scorvion mengeluarkan suara raungan keras sebelum akhirnya jatuh dan tidak bergerak lagi.


Melanjutkan Perjalanan

Setelah memastikan monster itu tidak akan bangkit lagi, Mufasa menyimpan kembali beam rifle ke waist skirt dan beam saber ke Aile Pack. Ia turun dari kokpit untuk memeriksa area sekitar.

Di tengah reruntuhan, ia menemukan sebuah lempengan batu besar dengan tulisan aneh. Tulisan itu tampaknya berisi petunjuk ke lokasi berikutnya.

"Sepertinya perjalanan ini baru saja dimulai," ucap Mufasa.

Dengan informasi baru di tangan, ia kembali ke Aile Strike Gundam dan bersiap melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya.

(Bersambung ke Episode 12: "Rahasia di Lembah Kembar")

Share on Social Media