Episode 34: "Negeri Pedagang, Velmoria"

√ Episode 34: "Negeri Pedagang, Velmoria"

Episode 34: "Negeri Pedagang, Velmoria"


Mufasa Adventure - Episode 34: "Negeri Pedagang, Velmoria"

Tiba di Velmoria

Setelah melewati Pegunungan Zervaan, Mufasa akhirnya tiba di Velmoria, sebuah negeri yang terkenal sebagai pusat perdagangan terbesar di benua ini. Kota ini memiliki bangunan berarsitektur megah dengan atap berbentuk kubah, jalanan berbatu yang ramai, serta deretan kios yang menjual berbagai barang, mulai dari rempah-rempah hingga senjata.

Aile Strike Gundam berdiri kokoh di luar gerbang kota, menarik perhatian banyak orang. Penduduk Velmoria, yang sudah terbiasa melihat berbagai pedagang dari berbagai penjuru dunia, tetap merasa takjub dengan kehadiran sebuah mesin raksasa yang bisa bergerak.

Mufasa keluar dari kokpit dan melangkah ke dalam kota. Dia mengenakan jubah panjang berwarna cokelat untuk menyamarkan dirinya sebagai seorang petualang biasa.


Pertemuan dengan Pemimpin Dagang Velmoria

Di pusat kota, Mufasa melihat sebuah gedung besar dengan ukiran lambang "Serikat Dagang Velmoria". Dia memutuskan untuk masuk dan mencari informasi tentang negeri ini.

Di dalam, seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun dengan janggut putih rapi sedang duduk di balik meja besar. Dia mengenakan pakaian khas pedagang Velmoria yang mewah, menunjukkan statusnya sebagai pemimpin dagang di kota ini.

"Selamat datang di Velmoria, petualang. Namaku Aldreos, pemimpin serikat dagang di negeri ini. Apa yang membawamu ke sini?" tanya pria itu dengan suara tenang.

Mufasa sedikit tersenyum dan menjawab, "Aku hanya seorang pengembara yang ingin mengetahui lebih banyak tentang dunia ini. Aku juga tertarik dengan perdagangan di Velmoria."

Aldreos mengangguk sambil tersenyum. "Velmoria adalah jantung perdagangan benua ini. Apapun yang kau cari, bisa kau temukan di sini—tentu dengan harga yang tepat."

Mufasa mengamati sekeliling ruangan. Ada banyak peta, dokumen perdagangan, dan peti berisi barang dagangan. Namun, salah satu benda yang menarik perhatiannya adalah sebuah pedang tua yang diletakkan di dalam kotak kaca di sudut ruangan.

"Itu pedang apa?" tanya Mufasa.

Aldreos melirik ke arah pedang tersebut, lalu menjelaskan, "Itu adalah Pedang Arvalis, senjata kuno yang dipercaya memiliki sejarah panjang. Pedang itu dulu dimiliki oleh seorang ksatria hebat bernama Eldrion. Namun, sekarang hanya menjadi artefak sejarah."

Mufasa merasa ada sesuatu yang istimewa dengan pedang itu, tetapi dia memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh.


Bahaya di Pelabuhan Timur

Saat Mufasa masih berbicara dengan Aldreos, seorang pengawal tiba-tiba masuk dengan wajah panik.

"Tuan Aldreos! Ada masalah besar di pelabuhan timur! Beberapa kapal dagang diserang oleh makhluk raksasa dari laut!"

Mufasa langsung menajamkan pandangannya. "Makhluk raksasa?"

Aldreos menghela napas dalam. "Jika kapal dagang kami hancur, perekonomian Velmoria bisa terguncang… Petualang, bisakah kau membantuku menangani masalah ini?"

Mufasa mengangguk tanpa ragu. "Tentu. Aku akan menghadapinya."

Tanpa membuang waktu, Mufasa bergegas kembali ke Aile Strike Gundam dan melangkah menuju pelabuhan timur, siap menghadapi ancaman baru yang datang dari laut.

(Bersambung ke Episode 35: "Monster Laut di Pelabuhan Timur")


Share on Social Media