√ Episode 37: "Gerbang Zandoria yang Tersembunyi"
Mufasa Adventure - Episode 37: "Gerbang Zandoria yang Tersembunyi"
Memasuki Lorong Rahasia
Mufasa mengendalikan Aile Strike Gundam untuk melangkah ke dalam lorong bawah tanah yang baru terbuka. Lorong ini cukup besar untuk dilalui Gundam, seolah memang dirancang untuk sesuatu yang jauh lebih besar dari manusia biasa.
Di dalam, dinding batu berusia ratusan tahun dipenuhi ukiran kuno yang menggambarkan kisah peradaban Zandoria yang hilang. Dari gambaran tersebut, Mufasa melihat bahwa Zandoria dulu adalah kota yang maju, tetapi mengalami kehancuran karena sesuatu yang misterius.
"Apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini?" pikir Mufasa sambil terus berjalan lebih dalam.
Setelah beberapa menit, ia tiba di sebuah ruangan luas dengan pintu raksasa di ujungnya.
Di tengah ruangan, ada empat patung besar berbentuk humanoid, seakan menjadi penjaga gerbang tersebut. Setiap patung memiliki senjata berbeda: pedang, tombak, kapak, dan perisai.
Mufasa turun dari kokpit dan mendekati gerbang itu. Di tengahnya, ada ukiran tulisan kuno:
"Hanya yang membawa cahaya kebenaran yang dapat melewati gerbang ini."
Tiba-tiba, mata patung-patung itu mulai bersinar merah, dan suara bergema di ruangan:
"Pendatang! Buktikan kelayakanmu atau hadapi kematian!"
Pertarungan Melawan Para Penjaga
Keempat patung itu bergerak, mengangkat senjata mereka dan bersiap menyerang. Mufasa segera kembali ke kokpit dan mengaktifkan Aile Strike Gundam.
Patung pertama yang membawa tombak melesat ke arah Gundam dengan kecepatan luar biasa, mencoba menusukkan ujung tombaknya ke torso Gundam.
Mufasa menghindar ke samping, lalu segera menarik beam rifle dari waist skirt kanan dan menembakkan cahaya hijau terang ke arah patung itu. Serangan berhasil! Bagian torso patung tersebut meledak, menghancurkannya dalam sekejap.
Namun, tiga patung lainnya langsung menyerang bersamaan!
-
Patung berpedang melancarkan tebasan cepat ke arah Gundam.
-
Patung berkampak mengayunkan senjata besar dari atas.
-
Patung berperisai maju untuk menghalangi pergerakan Mufasa.
Mufasa menyimpan kembali beam rifle ke waist skirt kanan, lalu menarik dua beam saber dari Aile Pack, cahayanya putih dengan aura pink bersinar terang.
Saat pedang dan kapak lawan hampir mengenainya, Mufasa menggunakan thruster Aile Pack untuk melompat ke udara dan berputar, lalu menebas patung berkampak dari atas. Dengan satu serangan tajam, patung itu terbelah menjadi dua!
Dua lawan tersisa!
Patung berpedang melompat tinggi, mencoba menebas Gundam di udara. Namun, Mufasa mengerahkan kecepatan penuh, bergerak ke belakang patung tersebut dan menusukkan beam saber ke punggungnya.
Kini tinggal patung berperisai.
Patung itu bertahan dengan kuat, menutupi seluruh tubuhnya dengan perisai besar. Serangan beam rifle dan beam saber tidak bisa menembusnya!
Mufasa berpikir cepat. Jika serangan langsung tidak efektif, maka dia harus menyerang dengan kekuatan penuh!
Ia segera menggabungkan kedua beam saber menjadi satu, menciptakan serangan lebih kuat, lalu menukik turun dengan kecepatan tinggi.
DORRR!!
Dengan satu tebasan penuh tenaga, perisai patung itu terbelah menjadi dua, dan tubuhnya hancur berkeping-keping!
Gerbang Zandoria Terbuka
Setelah semua patung penjaga dihancurkan, ruangan tiba-tiba bergetar, dan gerbang raksasa mulai terbuka dengan sendirinya.
Dari balik gerbang, terlihat cahaya emas bersinar terang.
Mufasa melangkah maju, siap untuk mengungkap rahasia yang tersembunyi di balik Gerbang Zandoria.
(Bersambung ke Episode 38: "Harta Karun yang Terlupakan")
