√ Episode 56: "Misi Pembukaan Segel"
Mufasa Adventure - Episode 56: "Misi Pembukaan Segel"
Percobaan Membuka Segel
Di dalam istana Eldoria, Mufasa, Raja Eldros, Zeypharion, Valtherion, Draknor, dan Golem berdiri di hadapan sebuah gerbang batu raksasa yang menjadi tempat segel Kristal Arvendell.
"Baiklah," ujar Raja Eldros. "Aku akan mencoba membuka segel ini."
Raja Eldros mengangkat tangannya, lalu menekan sebuah lempengan di tengah gerbang. Gema berat terdengar, menandakan sesuatu mulai bergerak.
CLANK! CLANK!
Pola cahaya muncul di seluruh permukaan gerbang, dan suara mendalam menggema di ruangan itu.
Namun tiba-tiba, cahaya redup kembali, dan segel itu tertutup kembali dengan sendirinya!
"Apa yang terjadi?!" seru Valtherion.
Raja Eldros menghela napas panjang, lalu menundukkan kepalanya.
"Segel ini tidak akan pernah bisa dibuka. Ini adalah keputusan akhir."
Semua orang terdiam.
Kemunculan Seseorang Berjubah Putih
Tiba-tiba, suasana menjadi hening, lalu terdengar suara langkah kaki dari ujung ruangan.
Seorang lelaki berjubah putih perlahan melangkah masuk. Wajahnya teduh, dan sorot matanya penuh kebijaksanaan.
"Kalian semua telah terperdaya," katanya dengan suara yang tenang namun tegas.
Mufasa mengernyitkan dahi. "Siapa kau?"
Lelaki berjubah putih itu tersenyum lembut.
"Namaku Ashfar. Aku datang untuk mengingatkan kalian akan kebenaran."
Raja Eldros menatapnya dengan curiga. "Apa maksudmu?"
Ashfar melangkah mendekat.
"Kalian berpikir bahwa bencana ini terjadi karena kristal? Tidak. Itu hanyalah benda mati yang tak memiliki kekuatan apapun."
Semua orang terdiam, mendengarkan dengan saksama.
Ashfar melanjutkan.
"Penyebab bencana bukanlah kristal… tetapi dosa yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Ketika manusia jauh dari jalan yang benar, ketika kedzaliman, kesombongan, dan kemaksiatan merajalela, maka bencana akan datang sebagai peringatan."
Raja Eldros terkejut, lalu menundukkan kepala. "Jadi… ini bukan karena kristal?"
Ashfar mengangguk.
"Bukan. Percaya bahwa kristal memiliki kekuatan untuk mendatangkan bencana atau keberkahan adalah bentuk kesyirikan. Itu adalah dosa besar."
Zeypharion terlihat gelisah. "Lalu… apa yang harus kami lakukan?"
Ashfar tersenyum lembut.
"Kembalilah pada jalan yang benar. Bertaubatlah. Perbaiki diri, berbuat adil, dan tinggalkan segala bentuk kedzaliman. Jika kalian ingin menghentikan bencana, maka perbaikilah hati dan perbuatan kalian."
Semua yang ada di ruangan itu terdiam, merenungi perkataan Ashfar.
Mufasa menatap langit-langit, berpikir dalam hati.
"Mungkin… dia benar."
Kesadaran dan Perubahan
Raja Eldros menarik napas panjang. "Aku telah terlalu sibuk menjaga segel ini… tanpa menyadari bahwa yang lebih penting adalah menjaga hati dan perbuatan rakyatku."
Zeypharion menundukkan kepala. "Aku juga harus memperbaiki cara pandangku."
Valtherion menggaruk kepalanya. "Jadi, kita selama ini bertengkar… hanya karena kesalahpahaman?"
Ashfar mengangguk.
"Sekarang kalian mengerti. Bencana bukan berasal dari kristal, melainkan dari kita sendiri. Maka ubahlah diri kalian sebelum dunia ini benar-benar hancur."
Mufasa tersenyum kecil, lalu menatap Raja Eldros.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?"
Raja Eldros menatap semua orang di ruangan itu, lalu berkata dengan suara tegas:
"Mulai hari ini, kita tidak akan lagi memuja benda mati. Kita akan memperbaiki diri, membangun kembali negeri ini dengan keadilan, dan menjalani hidup dengan lebih baik."
Semua yang hadir mengangguk setuju.
Mufasa tersenyum puas. "Kalau begitu… petualanganku harus terus berlanjut."
Ashfar menatap Mufasa dengan penuh arti. "Semoga perjalananmu membawa keberkahan."
Mufasa mengangguk, lalu berbalik meninggalkan istana.
Petualangannya masih jauh dari selesai…
(Bersambung ke Episode 57: "Langkah Baru di Jalan yang Panjang")
