√ Episode 3: "Menuju Kota Valtherion"
Mufasa Adventure - Episode 3: "Menuju Kota Valtherion"
Pagi yang cerah menyelimuti desa Tremon. Mufasa membuka mata dan melihat langit biru yang luas. Setelah pertempuran kemarin melawan monster yang menyerang desa, ia merasa tubuhnya kembali segar. Penduduk desa sangat berterima kasih atas bantuannya dan menawarinya bekal makanan untuk perjalanan selanjutnya.
Arik, pria tua yang sebelumnya memberi informasi kepada Mufasa, menghampirinya.
"Nak, jika kau ingin melanjutkan perjalanan, pergilah ke Kota Valtherion. Itu adalah kota terbesar di daerah ini. Di sana kau bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang dunia ini."
Mufasa mengangguk. Ia berpikir bahwa Valtherion bisa menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Setelah berpamitan dengan penduduk desa, ia kembali masuk ke dalam kokpit Aile Strike Gundam-nya dan mulai bergerak menuju kota tersebut.
Perjalanan Melalui Lembah Hitam
Jalan menuju Valtherion tidaklah mudah. Mufasa harus melewati sebuah lembah yang disebut Lembah Hitam, tempat yang dikatakan dihuni oleh berbagai macam monster. Gundam miliknya melangkah perlahan, mengawasi setiap sudut lembah yang dipenuhi dengan batuan tajam dan kabut tipis.
Tiba-tiba, sebuah raungan keras menggema di udara. Dari balik batuan besar, muncul tiga ekor monster bernama Fangrath. Monster-monster ini menyerupai serigala besar dengan taring panjang dan mata merah menyala.
Tanpa ragu, Mufasa mengaktifkan sistem tempur Aile Strike Gundam.
Salah satu Fangrath melompat ke arah Gundam, mencoba menerkam bagian kaki. Dengan cepat, Mufasa menggerakkan tuas kendali, menghindari serangan dan menarik beam rifle dari waist skirt. Ia menembakkan beberapa kali tembakan cepat, namun Fangrath sangat lincah dan berhasil menghindar.
Fangrath lainnya menerkam dari sisi lain, tetapi Mufasa segera mengeluarkan Armor Schneider dari bahunya. Dengan gerakan cepat, ia mengayunkan pisau tempur itu dan berhasil mengenai salah satu monster di sisi perutnya. Fangrath itu melolong kesakitan sebelum jatuh ke tanah.
Dua Fangrath yang tersisa semakin agresif. Salah satu dari mereka berlari cepat ke arah belakang Gundam dan mencoba menyerang dari belakang. Mufasa, yang sudah memperkirakan gerakan itu, segera mengaktifkan Igelstellung di kepala Aile Strike Gundam. Dua senapan otomatis kecil itu menembakkan peluru tajam secara bertubi-tubi ke arah Fangrath, melumpuhkannya seketika.
Monster terakhir yang tersisa mencoba melarikan diri, tetapi Mufasa tak ingin meninggalkan ancaman di belakangnya. Ia mengeluarkan beam saber dari aile pack dan berlari cepat mengejar Fangrath. Dengan satu tebasan presisi, monster itu tumbang.
Setelah memastikan semua ancaman telah teratasi, Mufasa menyimpan kembali semua senjata ke tempatnya masing-masing—beam saber kembali ke aile pack, beam rifle ke waist skirt, dan Armor Schneider ke bahunya. Ia melanjutkan perjalanan, semakin dekat ke Kota Valtherion.
Mufasa Tiba di Kota Valtherion
Setelah melewati berbagai rintangan di Lembah Hitam, akhirnya Mufasa melihat dinding kota yang tinggi di kejauhan. Kota Valtherion memiliki gerbang besar dari baja yang dijaga oleh beberapa prajurit bersenjata tombak dan pedang.
Mufasa menghentikan Gundam-nya dan turun, mendekati gerbang dengan berjalan kaki. Salah satu penjaga, seorang pria bernama Gareth, mendekatinya.
"Siapa kau dan dari mana asalmu?" tanyanya tegas.
Mufasa menjawab dengan tenang, "Namaku Mufasa. Aku seorang pengembara yang baru tiba di dunia ini."
Gareth mengamati Mufasa sejenak sebelum akhirnya mengizinkannya masuk. Saat ia melewati gerbang kota, Mufasa terpukau melihat suasana kota yang ramai. Bangunan batu megah berdiri kokoh di sepanjang jalan, para pedagang sibuk berjualan, dan suara kehidupan memenuhi udara.
Mufasa tersenyum. Ini adalah awal dari petualangan barunya di Kota Valtherion.
(Bersambung ke Episode 4: "Rahasia di Balik Kota Valtherion")
