√ Episode 4: "Rahasia di Balik Kota Valtherion"
Mufasa Adventure - Episode 4: "Rahasia di Balik Kota Valtherion"
Mufasa berjalan di antara jalanan berbatu Kota Valtherion, mengamati hiruk-pikuk penduduk yang sibuk dengan aktivitas mereka. Kota ini lebih besar daripada desa Tremon, dengan bangunan-bangunan tinggi dari batu kokoh dan jalanan yang dipenuhi pedagang yang menjual berbagai barang, mulai dari makanan, pakaian, hingga perlengkapan tempur.
Saat ia terus berjalan, Mufasa memperhatikan sesuatu yang aneh. Beberapa penduduk terlihat berbicara dengan nada pelan, wajah mereka menunjukkan ketakutan. Bahkan, beberapa toko terlihat tutup lebih awal.
Ia memutuskan untuk mencari informasi lebih lanjut. Langkahnya membawanya ke sebuah kedai makan kecil bernama Tavern Elthorn. Saat masuk, aroma makanan yang lezat langsung tercium. Beberapa pelanggan terlihat menikmati hidangan mereka, sementara seorang pria bertubuh besar berdiri di balik meja bar.
Mufasa mendekatinya dan bertanya, "Aku baru tiba di kota ini, tapi aku melihat penduduk tampak gelisah. Apa yang sedang terjadi?"
Pria itu, yang memperkenalkan dirinya sebagai Ragan, menghela napas sebelum menjawab, "Kau pasti orang luar. Kota ini sedang mengalami masalah. Beberapa hari terakhir, ada kejadian aneh di malam hari. Penduduk yang keluar saat larut tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Tidak ada yang tahu siapa pelakunya, tapi setiap pagi, selalu ada jejak cakar besar di sekitar tempat kejadian."
Mufasa menyipitkan mata. "Jejak cakar?"
Ragan mengangguk. "Kami menyebut makhluk itu Varkon, monster bayangan yang konon hanya muncul saat malam tiba. Para penjaga sudah berusaha mencari tahu, tapi sejauh ini, mereka tak menemukan apa pun. Warga menjadi takut untuk keluar rumah saat matahari terbenam."
Mufasa merasa ini bukan kebetulan. Dunia isekai ini sepertinya penuh dengan ancaman yang belum ia ketahui.
"Aku akan menyelidiki ini," katanya dengan nada tegas.
Ragan terkejut. "Apa kau yakin? Monster itu bukanlah lawan biasa."
Mufasa hanya tersenyum. "Aku takkan tinggal diam melihat orang-orang hidup dalam ketakutan."
Malam Tiba - Perburuan Dimulai
Saat matahari tenggelam di balik cakrawala, Mufasa berdiri di atap salah satu bangunan, mengamati kota yang mulai sepi. Aile Strike Gundam disembunyikan di luar kota, agar tidak menarik perhatian.
Udara malam terasa dingin. Suasana hening, hanya terdengar suara angin yang berhembus pelan. Lalu, tiba-tiba—
Suara langkah berat menggema di kejauhan.
Mufasa menajamkan pandangan. Dari bayang-bayang lorong gelap, sosok besar perlahan muncul.
Itu adalah Varkon.
Monster itu memiliki tubuh besar berwarna hitam pekat dengan mata merah menyala. Cakarnya panjang dan tajam, sementara tubuhnya tampak diselimuti kabut gelap yang bergerak seperti asap.
Mufasa tak membuang waktu. Ia segera menuju lokasi Aile Strike Gundam dan masuk ke dalam kokpit.
"Baiklah, mari kita lihat seberapa kuat kau."
Dengan cepat, Gundam miliknya melompat ke atap sebuah bangunan, menarik perhatian Varkon. Monster itu mengeluarkan geraman ganas sebelum melompat dengan kecepatan luar biasa, mencoba menerkam Gundam.
Mufasa dengan sigap menghindar dan mengeluarkan beam rifle, menembakkan beberapa tembakan ke arah monster tersebut. Namun, kabut hitam di sekitar tubuh Varkon tampaknya mampu menyerap sebagian besar serangan.
"Sepertinya serangan biasa tidak cukup," pikir Mufasa.
Varkon melesat ke arah Gundam, cakarnya mencakar pelindung lengan kiri. Mufasa segera mengaktifkan Armor Schneider dan menebas lengan monster itu. Varkon melompat mundur, mengeluarkan raungan keras.
Mufasa kemudian menarik beam saber dari aile pack dan berlari ke arah monster. Ia melompat ke udara, lalu dengan satu tebasan vertikal, ia membelah tubuh Varkon menjadi dua. Monster itu mengeluarkan jeritan terakhir sebelum akhirnya menghilang menjadi kabut gelap yang menguap di udara.
Kota Valtherion kembali sunyi.
Mufasa menyimpan kembali beam saber ke tempatnya, lalu turun dari Gundam. Ia menatap langit malam yang kembali tenang.
"Satu ancaman telah disingkirkan... tapi pasti masih banyak hal yang belum kuketahui tentang dunia ini."
Pikirannya mulai membayangkan petualangan berikutnya. Namun untuk malam ini, ia memutuskan untuk kembali beristirahat.
(Bersambung ke Episode 5: "Petunjuk di Perpustakaan Valtherion")
