Episode 16: "Gerbang Menuju Dunia yang Terlupakan"

√ Episode 16: "Gerbang Menuju Dunia yang Terlupakan"

Episode 16: "Gerbang Menuju Dunia yang Terlupakan"


Mufasa Adventure - Episode 16: "Gerbang Menuju Dunia yang Terlupakan"

Dengan tiga batu segitiga di tangannya, Mufasa akhirnya tiba di Lembah Kembar, tempat pintu batu besar yang telah menantangnya sejak lama. Pintu itu menjulang tinggi dengan ukiran simbol-simbol kuno, seakan menyembunyikan sesuatu yang luar biasa di baliknya.

Mufasa turun dari Aile Strike Gundam, berjalan mendekati gerbang, dan meletakkan tiga batu segitiga ke dalam tiga celah di tengah pintu. Begitu batu terakhir ditempatkan, suara gemuruh terdengar, dan pintu batu besar mulai terbuka perlahan.

"Akhirnya terbuka…" gumamnya sambil bersiap menghadapi apa pun yang ada di dalamnya.


Dunia yang Terlupakan

Begitu pintu terbuka sepenuhnya, Mufasa melihat pemandangan yang luar biasa. Di balik gerbang itu terdapat sebuah kota kuno yang tersembunyi, dikelilingi oleh dinding tinggi dan ditutupi kabut tipis. Kota itu terlihat seperti sudah lama ditinggalkan, tetapi beberapa bangunan masih berdiri kokoh.

Mufasa menaiki Aile Strike Gundam dan perlahan melangkah masuk ke dalam kota tersebut. Saat ia berjalan di antara reruntuhan, ia melihat prasasti batu besar di tengah kota dengan tulisan kuno yang masih bisa terbaca:

"Selamat datang di Eldravia, kota terakhir dari para penjaga perbatasan."

"Eldravia...? Aku belum pernah mendengar nama ini sebelumnya."


Ancaman yang Mengintai

Saat Mufasa berjalan lebih dalam, tiba-tiba tanah mulai bergetar. Dari balik reruntuhan, muncul sekelompok makhluk raksasa berbentuk humanoid dengan tubuh berbatu, dikenal sebagai Titan Eldravia.

Salah satu Titan, yang berukuran lebih besar dari yang lain, berdiri di depan dengan mata merah menyala, menatap Mufasa dengan tajam.

"Kau yang membuka gerbang ini?" suara berat dan dalam menggema di udara.

"Ya. Aku mencari jawaban tentang kota ini." jawab Mufasa dengan waspada.

Titan pemimpin itu mendekat dan berkata, "Tak ada yang boleh melewati gerbang ini tanpa melewati ujian kami!"

Tiba-tiba, para Titan Eldravia menyerang. Mufasa segera bereaksi, mengaktifkan beam rifle dan menembak ke arah mereka. Namun, kulit berbatu para Titan terlalu tebal, membuat tembakannya tidak efektif.

Mufasa langsung menghunus Armor Schneider Combat Knife dan melompat ke depan, menargetkan sendi-sendi para Titan untuk mencari titik lemah mereka. Dengan gerakan cepat, ia menusuk lutut salah satu Titan, membuatnya jatuh.

Titan yang lain menyerang dengan tinju besar, tetapi Mufasa berhasil menghindar dengan menggunakan booster Aile Pack, melesat ke udara dan menebas leher Titan lainnya dengan beam saber.

Satu per satu, para Titan mulai tumbang. Namun, Titan pemimpin masih berdiri tegak, mengangkat tangan dan mengumpulkan energi di telapak tangannya.


Pertarungan Melawan Titan Pemimpin

Mufasa tidak tinggal diam. Ia segera menyiapkan serangan terakhir. Menggunakan boost maksimum, ia melesat ke depan sambil mengaktifkan dua beam saber sekaligus.

Saat Titan pemimpin melepaskan gelombang energi dari telapak tangannya, Mufasa menebas serangan itu menjadi dua bagian, lalu langsung melesat ke tubuh Titan tersebut dan menusukkan kedua beam saber ke dadanya.

Dengan raungan terakhir, Titan pemimpin akhirnya runtuh dan berubah menjadi debu batu.

Begitu Titan terakhir tumbang, cahaya misterius muncul dari tanah, membentuk sebuah jalur menuju bagian terdalam kota Eldravia.

"Sepertinya ujian ini belum berakhir… Aku harus mencari tahu lebih dalam."

Dengan penuh kewaspadaan, Mufasa berjalan mengikuti cahaya tersebut, bersiap untuk menghadapi misteri berikutnya.

(Bersambung ke Episode 17: "Rahasia Tersembunyi di Eldravia")

Share on Social Media