√ Episode 17: "Rahasia Tersembunyi di Eldravia"
Mufasa Adventure - Episode 17: "Rahasia Tersembunyi di Eldravia"
Setelah mengalahkan Titan Eldravia, Mufasa berjalan mengikuti cahaya misterius yang muncul dari tanah. Cahaya itu menuntunnya ke sebuah bangunan besar yang masih berdiri kokoh di tengah kota.
Bangunan itu memiliki pilar tinggi dan pintu besi raksasa dengan simbol yang mirip dengan yang ada di gerbang sebelumnya. Mufasa turun dari Aile Strike Gundam dan mendekati pintu tersebut.
Saat ia menyentuh pintu, cahaya biru menyelimuti tubuhnya, dan tiba-tiba...
Bayangan Masa Lalu
Mufasa merasakan tubuhnya seperti melayang di udara. Di sekelilingnya, muncul bayangan-bayangan samar yang memperlihatkan kehidupan masa lalu di Eldravia.
Ia melihat penduduk kota yang hidup damai, para prajurit bersenjata besar, dan di tengahnya berdiri seorang pria berambut panjang dengan jubah putih, tampaknya seorang pemimpin.
Namun, suasana damai itu berubah ketika gerombolan monster raksasa menyerang kota. Para prajurit berusaha melawan, tetapi mereka kalah jumlah. Kota Eldravia jatuh, dan penduduknya menghilang satu per satu.
Bayangan terakhir yang Mufasa lihat adalah pemimpin kota itu mengangkat pedang bercahaya, lalu berteriak, "Eldravia akan kembali suatu hari nanti...!"
Setelah itu, semuanya menghilang, dan Mufasa kembali ke dunia nyata.
Jejak di Dalam Bangunan
Pintu besi perlahan terbuka, mengungkapkan ruang besar di dalamnya. Di tengah ruangan terdapat altar batu dengan simbol yang bersinar samar.
Mufasa berjalan mendekat dan melihat sebuah gulungan kuno yang tergeletak di atas altar. Ia mengambilnya dan mulai membacanya:
"Hanya yang terpilih yang dapat menghidupkan kembali cahaya Eldravia. Dengan kekuatan yang diwariskan, perjalanan menuju kebangkitan akan dimulai."
Seketika itu juga, lantai ruangan mulai bergetar. Dari balik bayangan, muncul patung batu raksasa berbentuk ksatria yang perlahan mulai bergerak.
"Ujian berikutnya telah dimulai..." Mufasa segera kembali ke Aile Strike Gundam dan bersiap menghadapi ancaman baru.
Ksatria Batu Eldravia
Ksatria batu raksasa itu mengangkat pedang besar, lalu menyerang dengan ayunan cepat. Mufasa berhasil menghindar dengan booster Aile Pack, tetapi dinding di belakangnya langsung hancur terkena serangan itu.
Mufasa mengeluarkan beam rifle dan menembak ke arah kepala ksatria batu, tetapi serangannya tidak memberikan dampak berarti.
"Batu mereka terlalu keras... Aku harus mencari titik lemah!"
Ia lalu beralih ke beam saber, melesat ke depan, dan menebas siku kanan ksatria. Serangan itu akhirnya membuat retakan di tubuh lawan.
Mufasa langsung fokus menyerang titik lemah itu dengan Armor Schneider Combat Knife, menancapkannya lebih dalam. Ksatria batu mulai kehilangan keseimbangan, dan di saat itulah Mufasa melompat tinggi dan mengayunkan beam saber ke arah kepala ksatria.
Dengan tebasan terakhir, kepala ksatria batu hancur, dan tubuhnya runtuh menjadi puing-puing.
Gerbang Rahasia Terbuka
Setelah pertarungan selesai, altar batu di tengah ruangan bersinar lebih terang, dan tiba-tiba, sebuah pintu rahasia di lantai terbuka.
Mufasa melihat tangga yang mengarah ke bawah, ke dalam terowongan gelap yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Ia menarik napas dalam, lalu berkata, "Sepertinya petualangan ini baru saja dimulai..."
Tanpa ragu, ia mulai menuruni tangga itu, menuju ke misteri yang lebih dalam di bawah kota Eldravia.
(Bersambung ke Episode 18: "Terowongan di Bawah Eldravia")
