Episode 19: "Gerbang Menuju Kegelapan"

√ Episode 19: "Gerbang Menuju Kegelapan"

Episode 19: "Gerbang Menuju Kegelapan"


Mufasa Adventure - Episode 19: "Gerbang Menuju Kegelapan"

Mufasa duduk di kokpit Aile Strike Gundam, mengaktifkan sistem komunikasi. Di layar utama, ia memilih frekuensi yang terhubung ke istana Kota Eldoria, tempat Raja Eldros berada.

"Raja Eldros, ini aku, Mufasa. Aku menemukan sesuatu di bawah reruntuhan Eldravia. Aku membutuhkan kurir ke lokasi ini."

Butuh beberapa detik sebelum suara berat Raja Eldros terdengar melalui speaker.

"Mufasa? Kau masih di reruntuhan itu? Apa yang kau temukan?"

Mufasa mengangkat Tombak Ravelion ke arah kamera kokpit.

"Ini tombak legendaris para ksatria Eldravia. Aku ingin menyerahkannya padamu, karena ini adalah bagian dari sejarah kerajaanmu."

Raja Eldros terdiam sejenak, lalu menjawab dengan nada serius.

"Aku akan mengirim kurir terbaik. Tetap di tempat sampai mereka tiba."


Pertemuan dengan Kurir Eldoria

Tak lama setelah komunikasi berakhir, terdengar suara derap kuda dari kejauhan. Dari lorong batu di belakangnya, muncul dua prajurit Eldoria berbaju zirah perak, masing-masing menunggang kuda hitam yang kokoh.

Salah satu dari mereka turun dari kudanya dan memberi hormat.

"Kami adalah kurir Kerajaan Eldoria. Raja Eldros mengutus kami untuk mengambil benda yang kau temukan."

Mufasa melangkah keluar dari kokpit, berdiri di samping Aile Strike Gundam. Dengan kedua tangan, ia menyerahkan Tombak Ravelion kepada kurir tersebut.

"Sampaikan pada Raja Eldros bahwa senjata ini kini ada di tangannya. Gunakan dengan bijak."

Kurir itu mengangguk.

"Kami akan segera kembali ke Eldoria. Hati-hati di dalam sana, Mufasa."

Setelah menerima tombak, kedua prajurit itu memutar kuda mereka dan segera melesat kembali ke arah permukaan.


Membuka Gerbang Raksasa

Kini, tanpa beban di tangannya, Mufasa kembali ke kokpit Aile Strike Gundam.

Ia menatap lurus ke depan, ke arah pintu raksasa di bawah patung manusia setengah naga.

Pintu itu terbuat dari logam hitam pekat, dihiasi ukiran seperti cakar yang mencengkeram sebuah matahari redup. Udara di sekitarnya terasa lebih dingin, seperti ada sesuatu yang menunggu di baliknya.

"Apa yang sebenarnya tersembunyi di dalam sini?"

Mufasa menggerakkan Aile Strike Gundam, berjalan perlahan mendekati pintu. Ia melihat tiga lubang kunci berbentuk aneh di tengah pintu.

Tiba-tiba, suara bergema di sekelilingnya.

"Hanya yang membawa tiga lambang Eldravia yang boleh melewati gerbang ini."

Mufasa mengerutkan kening.

"Tiga lambang?"

Ia menatap sekeliling. Mungkin lambang-lambang itu tersebar di reruntuhan kota bawah tanah ini.

Tak ada jalan lain.

Mufasa menghela napas dan melangkah maju, bersiap menjelajahi kota tua yang tertidur ini untuk mencari tiga lambang Eldravia.

(Bersambung ke Episode 20: "Misteri Tiga Lambang")

Share on Social Media