Episode 18: "Terowongan di Bawah Eldravia"

√ Episode 18: "Terowongan di Bawah Eldravia"

Episode 18: "Terowongan di Bawah Eldravia"


Mufasa Adventure - Episode 18: "Terowongan di Bawah Eldravia"

Mufasa menuruni tangga batu yang mengarah ke bawah tanah. Cahaya dari altar di atas semakin redup, meninggalkan lorong yang gelap dan berdebu.

Dengan hati-hati, ia mengaktifkan lampu di helm Aile Strike Gundam untuk menerangi jalan. Dinding di sekelilingnya dihiasi dengan ukiran misterius, menggambarkan pertempuran antara para prajurit Eldravia dan makhluk raksasa.

"Jadi ini alasan Eldravia jatuh... Mereka telah bertarung dengan monster sejak dulu," gumam Mufasa.

Setelah berjalan beberapa meter, lorong itu akhirnya terbuka ke dalam ruangan bawah tanah luas.


Rahasia Kota Tersembunyi

Di hadapannya, terbentang sebuah kota tua di bawah tanah. Bangunan-bangunan batu berdiri kokoh meski ditutupi lumut dan akar. Lampu kristal biru masih menyala redup di beberapa tempat, menunjukkan bahwa kota ini belum sepenuhnya mati.

Namun, Mufasa segera menyadari sesuatu yang ganjil.

Di tengah kota, berdiri sebuah patung besar berbentuk manusia setengah naga, dengan mata yang bersinar merah.

Tiba-tiba, suara bergetar terdengar di ruangan itu:

"Siapa yang berani memasuki tanah suci ini?"

Mufasa langsung bersiap. Dari bayangan reruntuhan, muncul sosok berbaju besi hitam, membawa tombak panjang.

"Aku penjaga terakhir Eldravia. Jika kau ingin maju, kau harus membuktikan bahwa kau layak!"

Tanpa menunggu jawaban, penjaga itu melesat dengan kecepatan tinggi, menghunuskan tombaknya ke arah Aile Strike Gundam.


Duel dengan Penjaga Eldravia

Mufasa dengan cepat mengangkat perisai untuk menangkis serangan pertama. Benturan itu menghasilkan percikan api yang menerangi ruangan.

"Cepat sekali!" pikir Mufasa sambil mundur beberapa langkah.

Penjaga itu tidak memberikan kesempatan. Ia melompat tinggi, berputar di udara, lalu menebaskan tombaknya ke bawah.

Mufasa mengaktifkan booster Aile Pack, menghindari serangan, dan membalas dengan tembakan beam rifle.

Namun, penjaga itu memutar tombaknya, menciptakan perisai energi yang memblokir serangan.

"Tidak bisa ditembus?!"

Mufasa segera mengganti strategi. Ia menghunus Armor Schneider Combat Knife dari bahunya, lalu meluncur ke depan.

Saat penjaga itu menyerang lagi, Mufasa miring ke samping, menangkis tombak dengan beam saber di tangan kanan, lalu menusukkan Armor Schneider ke celah armor di perut lawan!

Penjaga itu terkejut, tetapi sebelum sempat menyerang balik, Mufasa menendangnya ke belakang, membuatnya terjatuh.

Namun, bukannya menyerah, penjaga itu tertawa pelan.

"Akhirnya... seseorang yang cukup kuat untuk melanjutkan perjuangan Eldravia..."

Tubuhnya mulai bersinar, dan perlahan menghilang menjadi cahaya biru. Tombak yang ia pegang tertinggal di tanah, bergetar perlahan sebelum akhirnya diam.


Senjata Baru dan Misteri di Depan

Mufasa turun dari kokpit Aile Strike Gundam dan mengambil tombak itu. Saat ia menyentuhnya, suara bergema di pikirannya:

"Tombak Ravelion... Senjata para ksatria Eldravia. Hanya yang terpilih yang dapat menggunakannya..."

Mufasa menggenggamnya erat, lalu kembali menatap patung manusia setengah naga di tengah kota.

"Aku harus mencari tahu rahasia di balik semua ini..."

Dengan tombak Ravelion di tangannya dan Aile Strike Gundam di belakangnya, Mufasa melangkah maju menuju pintu raksasa di bawah patung.

(Bersambung ke Episode 19: "Gerbang Menuju Kegelapan")

Share on Social Media