√ Episode 24: "Kristal Terlarang dan Kepercayaan Raja Eldros"
Mufasa Adventure - Episode 24: "Kristal Terlarang dan Kepercayaan Raja Eldros"
Mufasa berdiri tegap di kokpit Aile Strike Gundam, matanya menatap tubuh Xalon yang terbujur kaku di tanah. Cahaya dari beam saber pink miliknya perlahan memudar saat ia menyarungkan kembali senjata tersebut.
Namun, nalurinya berkata untuk memastikan apakah monster itu benar-benar sudah mati. Dengan hati-hati, Mufasa mengarahkan beam rifle hijau terang ke kepala Xalon dan menembakkan satu tembakan terakhir.
Duar!
Suara tembakan menggema di dalam reruntuhan. Tubuh Xalon yang sudah terluka parah kini tidak lagi bergerak, memastikan bahwa monster itu benar-benar telah tumbang sepenuhnya.
"Akhirnya selesai," gumam Mufasa sambil menghela napas lega.
Ia kemudian menatap kristal biru terang yang masih berada di tangannya. Energi yang terpancar darinya terasa menggetarkan, seolah menyimpan kekuatan luar biasa yang tidak boleh jatuh ke tangan yang salah.
Kembali ke Kota Eldoria
Setelah memastikan tidak ada lagi ancaman, Mufasa segera mengaktifkan booster Aile Strike Gundam, melesat keluar dari reruntuhan dan kembali menuju Kota Eldoria.
Sepanjang perjalanan, pikirannya terus dipenuhi pertanyaan:
-
Apa sebenarnya kristal ini?
-
Mengapa ada suara misterius yang berbicara padanya tadi?
-
Benarkah kristal ini memiliki kekuatan yang bisa membawa kejayaan atau kehancuran?
Semua pertanyaan itu terus berputar di benaknya hingga akhirnya ia melihat gerbang besar Kota Eldoria di kejauhan.
Begitu mendarat di luar kota, Mufasa turun dari kokpit dan berjalan menuju istana. Penduduk kota menatapnya dengan penuh rasa hormat dan kagum, mengetahui bahwa ia telah menghadapi sesuatu yang berbahaya.
Audiensi dengan Raja Eldros
Di dalam balairung Istana Eldoria, Raja Eldros duduk di singgasananya, ditemani oleh para penasihat kerajaan. Tatapan tajamnya langsung tertuju pada kristal biru yang kini berada di tangan Mufasa.
Mufasa berlutut dengan hormat dan berkata, "Yang Mulia, saya membawa sesuatu yang mungkin berbahaya. Kristal ini memiliki kekuatan yang luar biasa dan saya yakin ini harus diamankan di tempat yang tidak bisa diakses oleh siapapun."
Raja Eldros mengangguk pelan, wajahnya tampak serius. "Aku mengerti, Mufasa. Kristal ini… bukan sembarang artefak. Ini adalah bagian dari 'Kristal Arvendell', peninggalan kuno yang seharusnya sudah hilang."
"Kristal Arvendell?" Mufasa mengernyit, belum pernah mendengar nama itu sebelumnya.
"Ya," lanjut Raja Eldros. "Legenda mengatakan bahwa kristal ini memiliki kekuatan yang bisa membentuk ulang dunia, tergantung siapa yang menggunakannya. Jika jatuh ke tangan yang salah, kehancuran akan melanda seluruh negeri."
Mufasa menatap kristal itu sekali lagi, merasakan aura misterius yang menyelimutinya. Ia sadar bahwa keputusan yang diambil saat ini sangat penting untuk masa depan dunia.
Penyegelan Kristal Arvendell
Tanpa ragu, Raja Eldros memberi perintah kepada penjaga istana untuk membawa kristal itu ke Ruang Penyegelan Tertinggi—sebuah tempat rahasia yang hanya diketahui oleh sang raja sendiri.
Mufasa mengawal proses itu, memastikan kristal benar-benar diamankan. Di dalam ruangan khusus yang tersembunyi jauh di bawah istana, kristal itu dimasukkan ke dalam kotak penyegel anti sihir, yang kemudian dikunci dengan lima segel khusus.
Saat pintu ruangan tertutup, Raja Eldros menepuk bahu Mufasa dan berkata, "Kau telah melakukan sesuatu yang luar biasa hari ini. Dunia mungkin tidak akan tahu, tapi aku berhutang budi padamu."
Mufasa hanya tersenyum kecil. Baginya, keselamatan dunia lebih penting dari pengakuan siapapun.
Namun, jauh di lubuk hatinya, ia tahu bahwa perjalanannya belum berakhir. Ada sesuatu yang lebih besar yang menanti di masa depan…
(Bersambung ke Episode 25: "Ancaman dari Bayangan Masa Lalu")
