Episode 25: "Ancaman dari Bayangan Masa Lalu"

√ Episode 25: "Ancaman dari Bayangan Masa Lalu"

Episode 25: "Ancaman dari Bayangan Masa Lalu"


Mufasa Adventure - Episode 25: "Ancaman dari Bayangan Masa Lalu"

Setelah memastikan Kristal Arvendell tersimpan dengan aman di ruang penyegelan Istana Eldoria, Mufasa keluar dari istana dengan perasaan lega. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia merasakan sesuatu yang tidak beres.

Angin malam yang bertiup di kota terasa lebih dingin dari biasanya. Langit yang tadinya cerah kini ditutupi awan gelap yang berputar perlahan.

Di tengah jalan, seorang pengawal istana berlari tergesa-gesa ke arah Mufasa. Nafasnya tersengal, keringat membasahi dahinya.

"Tuan Mufasa! Ada yang aneh di sekitar Kota Eldoria!"

Mufasa langsung menatap serius. "Apa yang terjadi?"

"Beberapa penjaga di gerbang kota menghilang tanpa jejak, dan yang tersisa hanya jejak kaki misterius yang mengarah ke luar kota!"

Mufasa langsung merasakan firasat buruk. "Bawa aku ke sana."


Jejak yang Menghilang

Mufasa menaiki Aile Strike Gundam, sistem kokpit menyala terang saat ia mengaktifkan mesin. Gundam abu-abu kebiruan itu melangkah gagah keluar dari Kota Eldoria, mengikuti pengawal yang menunjukkan arah.

Begitu sampai di gerbang kota, Mufasa melihat jejak kaki besar yang aneh—bentuknya tidak seperti manusia atau hewan biasa.

"Jejak ini… bukan milik monster biasa," gumamnya.

Tiba-tiba, sensor Aile Strike Gundam menangkap sinyal pergerakan di kejauhan. Sesuatu bergerak cepat di antara pepohonan, bersembunyi dalam kegelapan.

Mufasa menyiapkan beam rifle abu-abu tua dengan cahaya hijau terang dan mengarahkannya ke depan.

"Keluar dan tunjukkan dirimu!" serunya.

Hening.

Lalu, dari dalam bayangan, muncul sosok berarmor hitam pekat, dengan mata merah menyala dan pedang besar di tangannya.

"Kau akhirnya datang, Mufasa Martodimejo."


Pertarungan di Tengah Malam

Sosok itu melangkah maju. Namanya Valtherion, seorang pejuang misterius yang berasal dari masa lalu.

Tanpa basa-basi, Valtherion mengangkat pedangnya dan langsung menyerang!

Zinggg!

Mufasa langsung menggerakkan Aile Strike Gundam ke belakang, menghindari tebasan itu. Dengan cepat, ia menarik beam saber putih dengan cahaya pink dan menangkis serangan tersebut!

Clang!!

Dua senjata bertemu, menciptakan percikan cahaya di tengah malam.

"Siapa kau sebenarnya?!" seru Mufasa sambil menahan tekanan pedang Valtherion.

"Aku? Aku adalah seseorang yang seharusnya mati bertahun-tahun lalu… dan sekarang aku kembali untuk mengambil sesuatu yang berharga."

Mufasa menyipitkan mata. "Kristal Arvendell?"

Valtherion menyeringai. "Ternyata kau cukup pintar. Tapi ini bukan sekadar soal kristal. Ini soal masa depan dunia ini!"

Tanpa peringatan, Valtherion melompat mundur dan menghunuskan tangannya ke langit. Dari balik awan gelap, muncul makhluk besar bersisik hitam dengan mata merah membara.

"Raksasa Abyss Draknor, hancurkan dia!"


Musuh Baru: Draknor, Sang Raksasa Abyss

Draknor mengeluarkan raungan mengerikan sebelum mengayunkan cakarnya ke arah Aile Strike Gundam.

Mufasa langsung menghindar dan menembakkan beam rifle hijau terang ke arah kepala Draknor!

Duar!

Tembakan itu tepat mengenai sisi wajah monster tersebut, namun hanya membuatnya sedikit terdorong ke belakang.

"Keras sekali pertahanannya…!" gumam Mufasa.

Draknor kembali menyerang, kali ini dengan cambuk ekornya yang tajam. Mufasa mengaktifkan booster Aile Strike dan melompat tinggi ke udara, menghindari serangan itu dengan cepat.

Saatnya menyerang balik.

Mufasa menarik dua beam saber putih dengan cahaya pink, memutar tubuh Aile Strike Gundam di udara, lalu melancarkan tebasan silang ke tubuh Draknor!

ZRAAAAKK!!

Darah hitam menyembur dari luka yang dalam, membuat Draknor mengeluarkan raungan kesakitan!

Valtherion yang berdiri di kejauhan hanya tersenyum.

"Menarik. Sangat menarik. Tapi ini baru permulaan, Mufasa."

Mufasa kembali dalam posisi bertarung. Ia tahu, ini belum selesai.

(Bersambung ke Episode 26: "Rahasia Valtherion Terungkap")


Share on Social Media