Episode 29: "Dilema Sang Petarung"

√ Episode 29: "Dilema Sang Petarung"

Episode 29: "Dilema Sang Petarung"


Mufasa Adventure - Episode 29: "Dilema Sang Petarung"

Ruangan Segel Eldrosian – Istana Kerajaan Eldros

Mufasa masih terpaku di tempatnya, tatapannya tertuju pada kristal hitam yang semakin bergetar. Retakan bercahaya ungu di permukaannya tampak lebih jelas, seolah sesuatu di dalamnya berusaha untuk keluar.

"Kau harus membuat keputusan."

Kata-kata misterius dari suara dalam kristal itu masih terngiang di kepala Mufasa.

"Menghentikannya... atau berdiri di sisinya?" gumamnya pelan.

Raja Eldros melihat ekspresi kebingungan di wajah Mufasa. "Apa yang kau dengar, Mufasa?"

Mufasa menghela napas dalam-dalam. "Pejuang di dalam kristal ini berbicara padaku. Dia bilang segel ini akan segera terbuka, dan aku harus memilih apakah akan melawannya atau justru mendukungnya."

Wajah Raja Eldros seketika berubah serius. "Jika dia benar-benar pejuang dari masa lalu yang menyelamatkan dunia ini, mengapa dia memintamu untuk membuat keputusan seperti itu?"

Mufasa menggertakkan giginya. "Itu yang harus kita cari tahu."


Retakan yang Makin Melebar

Tiba-tiba, suara retakan terdengar lebih keras. Cahaya ungu menyelimuti ruangan, membuat Mufasa dan Raja Eldros segera mundur beberapa langkah.

"Segelnya semakin melemah!" seru Raja Eldros.

Mufasa langsung masuk ke kokpit Aile Strike Gundam, yang diparkir di halaman istana. Dengan cepat, ia menyalakan sistem dan mengaktifkan komunikasi.

"Raja Eldros, aku akan bersiap untuk kemungkinan terburuk. Jika sesuatu keluar dari segel itu dan menunjukkan niat bermusuhan, aku akan menghadapinya!"

Raja Eldros mengangguk. "Baik. Aku akan menyiapkan para prajurit kerajaan di sekitar istana."

Di dalam kokpit, Mufasa menggenggam tuas kendali erat-erat. "Siap atau tidak, aku akan menghadapi ini."


Sebuah Sosok Muncul

Tepat saat Mufasa bersiap, kristal hitam itu akhirnya pecah!

Dari dalam segel yang hancur, sebuah sosok muncul—seorang pria dengan zirah hitam berkilauan, rambut panjang berwarna perak, dan tatapan tajam yang penuh wibawa.

Sosok itu melangkah maju, menatap Aile Strike Gundam yang berdiri gagah di hadapannya.

"Jadi, kau adalah penerus takdir ini…" katanya dengan suara dalam dan penuh arti.

Mufasa mengeraskan suaranya melalui pengeras suara di kokpit. "Siapa kau sebenarnya?"

Pria itu tersenyum tipis. "Namaku… Ragnar Veldros. Aku adalah pejuang yang tersegel di dalam kristal ini selama lima ratus tahun."**

Mufasa terkejut. "Apa tujuanmu sekarang setelah bebas?"

Mata Ragnar menyipit. "Menuntaskan apa yang belum selesai… dan memastikan bahwa dunia ini siap menghadapi ancaman yang lebih besar."

Mufasa tidak menyukai jawaban samar itu. "Ancaman apa?"

Ragnar menatapnya dalam-dalam sebelum menjawab, "Sesuatu yang lebih kuat dari Valtherion... sesuatu yang bahkan bisa menghancurkan dunia ini dalam sekejap."

Hati Mufasa berdegup kencang. "Apa maksudmu?"

Ragnar tersenyum tipis. "Kau akan segera mengetahuinya. Tapi sebelum itu… Aku ingin menguji kekuatanmu."

Mufasa langsung merasakan ketegangan.

"Bersiaplah, Mufasa Martodimejo… Aku akan melihat apakah kau layak menjadi pelindung dunia ini!"

(Bersambung ke Episode 30: "Duel di Bawah Langit Eldoria")


Share on Social Media