√ Episode 43: "Misteri Hutan Kabut"
Mufasa Adventure - Episode 43: "Misteri Hutan Kabut"
Memasuki Hutan yang Tersembunyi
Mufasa melanjutkan pengembaraannya. Kali ini, perjalanan membawanya ke sebuah hutan lebat yang diselimuti kabut tebal.
"Hutan ini… aneh," gumam Mufasa dari dalam kokpit Aile Strike Gundam.
Sistem radar Aile Strike berulang kali mengalami gangguan, seolah-olah ada sesuatu yang menghalangi sinyalnya.
"Sinyal GPS juga kacau… sepertinya ada semacam penghalang magis," pikir Mufasa.
Tak ingin tersesat, Mufasa mengaktifkan mode sensor manual dan perlahan melangkah masuk ke dalam hutan tersebut.
Bayangan di Balik Kabut
Suasana di dalam hutan sangat sunyi, hanya terdengar suara dedaunan yang bergesekan dan langkah berat Aile Strike.
Tiba-tiba, sebuah bayangan melintas cepat di antara pepohonan!
"Siapa di sana?!" seru Mufasa, langsung menggenggam beam rifle miliknya.
Tak ada jawaban. Namun, kabut semakin menebal, membuat visibilitas semakin buruk.
TAP! TAP! TAP!
Langkah kaki misterius mulai terdengar dari berbagai arah.
"Aku dikepung?" pikir Mufasa, bersiap untuk bertarung.
Serangan Mendadak
Tanpa peringatan, sesosok makhluk hitam dengan mata merah menyala melesat ke arah Aile Strike!
"Itu… bukan manusia!"
Mufasa langsung menembakkan beam rifle berwarna hijau terang ke arah makhluk itu.
ZZZRRRTTT!!!
Serangannya tepat sasaran, tetapi makhluk itu tiba-tiba menghilang seperti asap!
"Apa ini… ilusi?"
Sebelum Mufasa bisa berpikir lebih jauh, tiga makhluk lain muncul dari kabut dan menyerang secara bersamaan!
Mufasa dengan cepat menghunus beam saber putih bercahaya pink dan menebas salah satu makhluk itu!
"RAAGGHHH!!!"
Makhluk tersebut berteriak kesakitan sebelum menghilang menjadi kabut hitam.
Namun, dua makhluk lainnya berhasil menyerang kaki Aile Strike, membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan.
"Mereka bukan ilusi! Mereka nyata!"
Menghadapi Pemimpin Bayangan
Setelah mengalahkan para makhluk itu, kabut perlahan mulai berkurang.
Di depan Mufasa, berdiri sesosok pria berjubah hitam dengan mata berkilat ungu.
"Kau telah memasuki wilayah yang seharusnya tak boleh disentuh oleh manusia," katanya dengan suara dingin.
Mufasa mengangkat beam rifle-nya. "Siapa kau?!"**
Pria itu tersenyum samar.
"Namaku Zephiron, penguasa Hutan Kabut. Jika kau ingin keluar hidup-hidup… kalahkan aku!"
(Bersambung ke Episode 44: "Duel di Hutan Kabut")
