√ Episode 42: "Bangkitnya Golem Raksasa"
Mufasa Adventure - Episode 42: "Bangkitnya Golem Raksasa"
Guncangan dan Kebangkitan
Tanah berguncang hebat, bebatuan berjatuhan, dan dari balik dinding reruntuhan yang retak, sesosok golem raksasa mulai bangkit. Tubuhnya terdiri dari batu dan logam purba, dengan mata bersinar merah menyala, menatap lurus ke arah Mufasa dan Valtherion.
"Mufasa, kayaknya kita dalam masalah besar," kata Valtherion, bersiap untuk bertarung.
Namun, alih-alih menyerang, Valtherion tiba-tiba mengangkat mangkuk mie ayamnya ke arah golem dan berteriak:
"Oi, Golem! Mau mie ayam nggak?!"
Mufasa melirik Valtherion dengan ekspresi tidak percaya.
"Kau serius…?!"
Tapi yang mengejutkan—mata merah golem itu perlahan meredup, tubuhnya yang awalnya kaku mulai rileks.
"Mie… ayam?" gumam suara berat dari golem itu.
Mie Ayam, Solusi Segala Masalah
Tak lama, mereka duduk bersama di dekat warung keliling Pak Joyo, si penjual mie ayam yang entah bagaimana bisa sampai ke reruntuhan ini.
Golem raksasa itu menggunakan tangannya yang besar untuk mengambil mangkuk mungil berisi mie ayam, lalu mulai makan.
"Enak," katanya singkat.
Valtherion tersenyum puas. "Tuh kan, mie ayam itu solusi segala masalah!"
Mufasa menggelengkan kepala.
"Kau selalu punya cara aneh untuk menyelesaikan masalah," katanya.
Perjalanan ke Kota Eldoria
Setelah golem itu tenang, Valtherion memutuskan untuk membawa makhluk itu ke Kota Eldoria.
"Siapa tahu Raja Eldros bisa memanfaatkan tenaganya," katanya sambil menunggangi Draknor.
Golem itu mengangguk patuh dan mulai berjalan di belakang mereka.
Sementara itu, Mufasa mengambil bola kristal keemasan yang sebelumnya ia temukan.
Setelah berpikir sejenak, ia menyerahkannya kepada Pak Joyo, si penjual mie ayam.
"Simbol terima kasihku. Simpan ini baik-baik," kata Mufasa.
Pak Joyo tersenyum. "Terima kasih, Nak. Semoga perjalananmu selalu diberkahi."
Valtherion, Draknor, dan golem itu pun berangkat ke Kota Eldoria dan menetap di sana, tidak lagi berpetualang.
Sementara itu, Mufasa memilih untuk beristirahat di dalam kokpit Aile Strike Gundam.
Melanjutkan Pengembaraan
Keesokan harinya, Mufasa bangun dengan semangat baru.
Ia menatap reruntuhan yang kini sudah tenang, lalu menyalakan Aile Strike Gundam dan melangkah pergi, meninggalkan tempat itu untuk melanjutkan petualangannya.
(Bersambung ke Episode 43: "Misteri Hutan Kabut")
