√ Episode 48: "Kristal yang Tersimpan"
Mufasa Adventure - Episode 48: "Kristal yang Tersimpan"
Kembali ke Kota Eldoria
Mufasa, Valtherion, Golem, dan Draknor akhirnya tiba di gerbang Kota Eldoria.
Pasukan penjaga yang melihat mereka segera membuka gerbang, lalu mengantar mereka ke Istana Eldros.
Di aula utama, Raja Eldros sudah menunggu.
Di sisinya, Ragnar Veldros berdiri dengan ekspresi serius.
Valtherion maju dan berlutut sambil menyerahkan Kristal Kegelapan.
"Tuanku, misi telah selesai. Xelgorth telah dikalahkan, dan inilah kristalnya."
Raja Eldros mengambil kristal itu dengan hati-hati, lalu mengamati kilauan gelap di dalamnya.
"Bagus," ucap Raja Eldros. "Dengan ini, kita telah mencegah ancaman besar bagi dunia ini."
Mufasa menyilangkan tangan. "Jadi, bagaimana cara Anda menyegelnya?"
Raja Eldros menatap Ragnar Veldros.
"Ragnar, lakukan tugasmu."
Ragnar mengangguk, lalu memberi isyarat kepada seorang penjaga.
Penjaga itu membawa sebuah peti besi yang dihiasi ukiran rumit.
Raja Eldros meletakkan Kristal Kegelapan ke dalam peti, lalu Ragnar menguncinya dengan segel khusus.
"Peti ini akan disimpan di tempat yang tidak seorang pun tahu," kata Raja Eldros. "Bahkan aku sendiri tidak akan bisa mengaksesnya setelah ini."
Mufasa mengangguk. "Kalau begitu, tugas kita sudah selesai."
Perpisahan di Kota Eldoria
Setelah upacara penyegelan selesai, Raja Eldros mengucapkan terima kasih kepada Mufasa dan Valtherion.
"Kalian berdua telah menyelamatkan dunia dari ancaman besar. Jika ada yang bisa kami lakukan sebagai balasannya, katakanlah."
Valtherion tersenyum tipis. "Aku sudah cukup dengan berada di kota ini. Aku memutuskan untuk menetap di Eldoria."
Raja Eldros mengangguk. "Kota ini selalu terbuka untukmu."
Mufasa, di sisi lain, memilih tetap melanjutkan pengembaraannya.
"Aku lebih suka berkelana. Masih banyak yang harus kupelajari di dunia ini."
Valtherion menepuk bahu Mufasa. "Kalau begitu, berhati-hatilah. Jika suatu hari kau butuh bantuan, datanglah ke sini."
Mufasa tersenyum. "Aku akan ingat itu."
Melanjutkan Pengembaraan
Keesokan harinya, Mufasa bersiap meninggalkan Kota Eldoria.
Di luar gerbang, Aile Strike Gundam berdiri megah, siap melangkah ke perjalanan berikutnya.
Dengan sekali lompatan, Mufasa masuk ke dalam kokpit dan menyalakan sistem Gundam-nya.
"Baiklah, petualangan berikutnya menunggu," gumamnya sambil tersenyum.
Dengan langkah mantap, Aile Strike Gundam meninggalkan Eldoria, menuju cakrawala yang belum terjelajahi.
(Bersambung ke Episode 49: "Jejak di Negeri Terlupakan")
