Episode 47: "Pertarungan Melawan Xelgorth"

√ Episode 47: "Pertarungan Melawan Xelgorth"

Episode 47: "Pertarungan Melawan Xelgorth"


Mufasa Adventure - Episode 47: "Pertarungan Melawan Xelgorth"

Memasuki Hutan Kabut

Mufasa, Valtherion, dan Golem akhirnya tiba di Hutan Kabut. Kabut tebal menyelimuti seluruh area, membuat penglihatan terbatas.

"Hati-hati," ujar Valtherion sambil memperlambat laju Draknor yang terbang rendah di samping Mufasa.

"Aku tahu," jawab Mufasa dari dalam kokpit Aile Strike Gundam.

Langkah Golem terdengar berat saat ia berjalan di belakang mereka, sesekali menengok ke kanan dan kiri dengan waspada.

Di tengah perjalanan, suara gemuruh terdengar dari dalam kabut. Tiba-tiba, sesosok bayangan besar muncul dari dalam hutan.


Xelgorth Menampakkan Diri

Dari dalam kabut, Zephiron—atau lebih tepatnya Xelgorth—akhirnya menunjukkan wujud aslinya.

Tubuhnya berubah drastis.

  • Kulitnya yang semula terlihat seperti manusia kini berwarna hitam pekat, tertutup sisik tajam.

  • Matanya bersinar merah, penuh kebencian.

  • Cakar panjang mencuat dari kedua tangannya, tampak siap untuk merobek apa pun yang menghalangi jalannya.

"Aku sudah menunggumu, Mufasa," kata Xelgorth dengan suara dalam yang menggema di seluruh hutan.

"Aku tahu kau akan datang untuk mencuri kristalku."

Mufasa mengerutkan alis. "Kau bukan penjaga segel, kan? Kau monster yang menyamar selama ini!"

Xelgorth tertawa keras. "Tepat sekali. Tapi sayangnya, kau tidak akan hidup untuk menceritakannya."

Tanpa peringatan, Xelgorth melompat dengan kecepatan tinggi, mengayunkan cakarnya ke arah Aile Strike Gundam.


Pertarungan Dimulai!

Mufasa dengan sigap menarik kontrol, menghindari serangan mematikan itu.

"Valtherion, serang dari udara! Golem, tahan dia dari samping!" teriak Mufasa melalui komunikasi.

  • Valtherion menghunus pedangnya dan melompat dari Draknor, menyerang Xelgorth dari udara.

  • Draknor menyemburkan api, memaksa Xelgorth untuk mundur sejenak.

  • Golem menyerang dengan pukulan keras, mencoba menghancurkan pertahanan Xelgorth.

Namun, Xelgorth sangat cepat. Ia menghindari serangan Golem, lalu dengan satu ayunan ekornya, membanting Valtherion ke tanah.

"Ugh… monster ini lebih kuat dari yang kuduga!" geram Valtherion sambil bangkit.

Mufasa tak mau membuang waktu.

"Aku akan mengakhirinya!"

Ia menekan tombol di kokpit dan mengaktifkan Beam Saber milik Aile Strike Gundam. Cahaya putih dengan aura pink menyala terang di tangan Gundam itu.

Dengan satu tebasan cepat, Mufasa berhasil menggores tubuh Xelgorth, membuatnya mengerang kesakitan.


Serangan Balik Xelgorth

Xelgorth mundur beberapa langkah, lalu tiba-tiba menyemburkan energi hitam dari mulutnya.

"WASPADA!" teriak Mufasa.

Ia mengangkat perisai Aile Strike Gundam, menahan semburan energi tersebut. Namun, Golem tidak seberuntung itu—ia terkena serangan dan terdorong ke belakang, menghancurkan beberapa pohon di sekitarnya.

"Golem! Kau baik-baik saja?!" tanya Valtherion.

Golem bergerak pelan, bangkit kembali, meskipun tubuhnya mulai retak di beberapa bagian.

"Jangan pedulikan aku, habisi dia!" kata Golem dengan suara berat.

Mufasa menggertakkan gigi. "Baik, kita selesaikan ini!"


Serangan Penutup!

Mufasa mengaktifkan Beam Rifle milik Aile Strike Gundam—senjata berwarna abu-abu tua dengan cahaya hijau terang.

Ia mengunci target pada tubuh Xelgorth yang mulai melemah.

"Tembakan ini untuk mengakhiri semuanya!"

Mufasa menarik pelatuk, dan sinar hijau terang melesat tepat ke dada Xelgorth.

BOOOOM!

Xelgorth mengerang kesakitan, tubuhnya mulai pecah menjadi serpihan energi gelap.

Di tengah kehancurannya, sesuatu mulai bersinar di dalam tubuhnya.

Itu adalah Kristal Kegelapan.

Dengan refleks cepat, Valtherion melompat dan menangkap kristal itu sebelum jatuh ke tanah.

Xelgorth berteriak keras untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya lenyap sepenuhnya.

Pertarungan telah berakhir.


Misi Berhasil

Mufasa menurunkan Aile Strike Gundam ke tanah, lalu keluar dari kokpitnya.

"Kita berhasil…" katanya sambil menatap kristal di tangan Valtherion.

"Ayo kita kembali ke Eldoria," ujar Valtherion, menghela napas. "Raja Eldros pasti ingin segera menyegelnya."

Mufasa mengangguk.

  • Golem yang terluka tetap bisa berjalan, meskipun dengan sedikit kesulitan.

  • Draknor terbang di atas mereka, memastikan perjalanan pulang tetap aman.

Di kejauhan, kabut mulai memudar, seolah menandakan bahwa ancaman di hutan ini telah sirna.

(Bersambung ke Episode 48: "Kristal yang Tersimpan")


Share on Social Media