√ Episode 72: "Jejak di Perbatasan Barat"
Mufasa Adventure - Episode 72: "Jejak di Perbatasan Barat"
Misteri di Perbatasan
Mufasa mengendalikan Aile Strike Gundam, melaju melintasi padang tandus yang membentang menuju Perbatasan Barat. Langit semakin gelap, seolah ada sesuatu yang menghisap cahaya di daerah itu.
Setelah perjalanan dua hari, Mufasa akhirnya tiba di sebuah lembah berbatu yang dipenuhi reruntuhan kuno. Udara terasa lebih berat, dan ada suara gemuruh halus yang datang dari kejauhan.
Mufasa turun dari kokpit dan berjalan perlahan, mata dan indranya waspada terhadap segala kemungkinan.
Tiba-tiba, dari balik salah satu reruntuhan, seorang pria bertudung hitam muncul. Aura gelap mengelilinginya, dan tatapannya tajam serta menusuk.
"Kau datang juga akhirnya, Mufasa..." suara pria itu terdengar dalam dan dingin.
Mufasa segera mengenali sosok tersebut.
"Zephiron... tapi bagaimana mungkin? Kau seharusnya sudah mati!"
Zephiron tersenyum tipis, lalu menyingkap tudungnya. Wajahnya masih sama, tapi kulitnya lebih pucat, dan matanya bersinar redup.
"Aku memang mati... tapi kematian tidak selalu menjadi akhir."
Kebenaran yang Terungkap
Zephiron berjalan mendekat, lalu mengangkat tangannya. Dari balik mantel hitamnya, ia mengeluarkan sebuah kristal berwarna merah pekat yang berdenyut seperti jantung.
"Ini... adalah jantung sejati dari Kristal Eternion."
Mufasa terkejut. "Jadi Kristal Eternion yang kuhancurkan bukan yang asli?!"
Zephiron tertawa kecil. "Tentu saja bukan. Itu hanyalah pecahan kecil. Kristal asli ada di sini, dan berkat itu... aku bisa kembali."
Mufasa mengepalkan tinjunya. "Lalu apa rencanamu sekarang?"
Zephiron menatap lurus ke arah Mufasa. "Aku akan menyelesaikan apa yang belum kuselesaikan. Dunia ini sudah terlalu lama dikendalikan oleh para penguasa yang hanya memikirkan diri mereka sendiri. Aku akan menghancurkan tatanan yang ada... dan membangun dunia baru."
Mufasa menghela napas. "Jika itu rencanamu, maka kau akan menjadi ancaman bagi dunia ini. Aku tidak bisa membiarkanmu bebas."
Zephiron tersenyum sinis. "Kalau begitu... mari kita lihat siapa yang lebih kuat kali ini."
Tanpa peringatan, Zephiron melompat ke udara, dan dari kristal merah di tangannya, gelombang energi dahsyat dilepaskan. Tanah di sekitar mereka mulai retak, dan langit menjadi semakin gelap.
Mufasa segera berlari kembali ke Aile Strike Gundam, bersiap untuk menghadapi pertarungan paling berat dalam hidupnya.
(Bersambung ke Episode 73: "Duel Takdir")
