Episode 73: "Duel Takdir"

√ Episode 73: "Duel Takdir"

Episode 73: "Duel Takdir"


Mufasa Adventure - Episode 73: "Duel Takdir"

Pertempuran yang Tak Terhindarkan

Mufasa masuk ke dalam kokpit Aile Strike Gundam dan segera mengaktifkan sistem pertahanan. Sensor Gundam menangkap energi besar yang terpancar dari Zephiron, menandakan bahwa lawannya kali ini bukan musuh biasa.

Zephiron, yang kini memiliki kekuatan dari Kristal Merah, melayang di udara. Gelombang energi yang mengelilinginya semakin intens, menciptakan pusaran angin yang mengguncang lembah berbatu.

"Ayo, Mufasa! Tunjukkan seberapa kuat tekadmu!" teriak Zephiron.

Tanpa ragu, Mufasa mendorong tuas kontrol, mengaktifkan booster Aile Strike Gundam. Dalam sekejap, Mufasa melesat ke arah Zephiron, melepaskan hujan tembakan dari beam rifle.

Namun, Zephiron hanya menggerakkan tangannya, menciptakan barikade energi yang membuat semua tembakan Mufasa meleset.

"Kau harus berbuat lebih dari itu!" Zephiron lalu melancarkan gelombang energi dahsyat, menghantam Aile Strike Gundam dan membuatnya terdorong ke belakang.

Mufasa mengerang, tetapi dengan cepat menyeimbangkan Gundam-nya dan menarik beam saber, bersiap untuk bertarung jarak dekat.

Mufasa melompat ke udara, lalu mengayunkan beam saber dengan kecepatan tinggi. Zephiron menghindar dengan lincah, lalu membalas dengan serangan energi pekat dari tangannya.

Benturan besar terjadi!

Langit semakin gelap, dan tanah di bawah mereka mulai retak akibat kekuatan luar biasa dari dua pejuang ini.

Satu Serangan Penentu

Mufasa tahu bahwa pertarungan ini tidak boleh berlangsung lama. Jika dibiarkan, Zephiron bisa semakin kuat.

Maka, Mufasa mengambil keputusan cepat.

Dengan seluruh tenaganya, Mufasa mengaktifkan full-throttle mode pada Aile Strike Gundam. Mesin pendorong menyala terang, dan Gundam melesat dengan kecepatan supersonik ke arah Zephiron.

Zephiron mencoba menghindar, tetapi kali ini Mufasa sudah mengantisipasi gerakannya.

Dengan gerakan kilat, Mufasa menusukkan beam saber ke arah kristal merah di tangan Zephiron!

Zephiron terkejut! "TIDAK!!"

Kristal merah itu retak dan pecah berkeping-keping. Seketika, energi gelap yang menyelimuti Zephiron menghilang, dan tubuhnya jatuh dari udara, terkapar di tanah.

Akhir dari Zephiron?

Mufasa keluar dari kokpit dan mendekati tubuh Zephiron yang tergeletak. Matanya mulai redup, tetapi senyum kecil muncul di wajahnya.

"Kau... menang, Mufasa..." bisiknya.

Mufasa menghela napas, lalu berkata pelan, "Bukan soal menang atau kalah, Zephiron... aku hanya ingin menghentikan kehancuran."

Zephiron menutup matanya, dan dalam beberapa detik, tubuhnya berubah menjadi butiran cahaya yang terbawa angin malam.

Mufasa menatap langit. Pertempuran ini berakhir... tetapi petualangannya belum selesai.

(Bersambung ke Episode 74: "Langkah Baru")


Share on Social Media