√ Episode 74: "Langkah Baru"
Mufasa Adventure - Episode 74: "Langkah Baru"
Setelah Pertempuran
Angin berhembus lembut di atas lembah yang kini hening setelah pertempuran dahsyat antara Mufasa dan Zephiron. Butiran cahaya yang dulu merupakan tubuh Zephiron kini menghilang sepenuhnya, meninggalkan kesunyian yang aneh.
Mufasa menghela napas panjang, lalu melihat ke langit. Malam mulai berganti fajar, dan sinar matahari pertama menyinari puing-puing pertempuran.
Valtherion dan Golem tiba tak lama setelah itu, bersama dengan Draknor yang mengepakkan sayapnya sebelum mendarat di dekat Mufasa.
"Jadi… semuanya sudah selesai?" tanya Valtherion, masih dalam posisi waspada.
Mufasa mengangguk. "Zephiron telah tiada. Kristal merah sudah hancur."
Valtherion menatap tanah yang kini hanya dipenuhi puing-puing, lalu menurunkan pandangannya. "Jadi dia benar-benar bukan manusia..."
Mufasa hanya diam. Kenangan pertarungan tadi masih terngiang di pikirannya. Zephiron mungkin telah menjadi ancaman, tetapi ada sesuatu dalam dirinya yang terasa... tragis.
Kembali ke Kota Eldoria
Mufasa dan yang lainnya memutuskan untuk kembali ke Kota Eldoria. Setelah perjalanan beberapa hari, mereka akhirnya sampai di gerbang kota, di mana Raja Eldros sudah menunggu mereka.
"Mufasa, Valtherion, kalian telah menuntaskan tugas kalian dengan baik," ujar Raja Eldros dengan suara tegas. "Kristal merah telah dihancurkan, dan ancaman yang mengintai dunia ini telah lenyap."
Mufasa mengangguk, lalu berkata, "Namun, ancaman seperti ini mungkin tidak akan pernah benar-benar hilang. Selalu akan ada yang mencoba menggunakan kekuatan yang seharusnya tidak mereka kuasai."
Raja Eldros menghela napas, lalu menatap langit pagi. "Benar. Itu sebabnya kita harus selalu waspada."
Setelah melaporkan semua yang terjadi, Raja Eldros menawarkan Mufasa posisi sebagai pelindung kerajaan.
Namun, Mufasa hanya tersenyum tipis dan berkata, "Aku masih punya jalan yang harus kutempuh. Aku bukan orang yang bisa tinggal di satu tempat terlalu lama."
Raja Eldros mengangguk dengan pengertian. "Kalau begitu, ke mana kau akan pergi selanjutnya?"
Mufasa menatap cakrawala jauh di luar kota, lalu berkata, "Entahlah… mungkin aku akan terus berjalan sampai aku menemukan jawaban yang kucari."
Perpisahan dengan Valtherion
Di luar gerbang kota, Valtherion menatap Mufasa dengan ekspresi yang sulit dibaca.
"Jadi kau benar-benar pergi lagi?" tanyanya.
Mufasa tersenyum, lalu menepuk bahu Valtherion. "Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk berjalan di jalur yang berbeda."
Valtherion tertawa kecil, lalu berkata, "Kalau begitu, jangan mati di perjalananmu, Mufasa."
"Kau juga."
Draknor mengeluarkan suara rendah, seolah mengucapkan salam perpisahan, sementara Golem hanya berdiri diam, seperti patung yang menjaga kota.
Setelah mengucapkan perpisahan, Mufasa masuk ke dalam kokpit Aile Strike Gundam, lalu mengaktifkan sistem mesin.
Dengan satu dorongan kuat, Aile Strike Gundam terbang ke langit, meninggalkan Kota Eldoria, memulai petualangan baru ke negeri yang belum diketahui.
(Bersambung ke Episode 75: "Jejak di Tanah Terlarang")
