√ Episode 6: "Perjalanan Menuju Benteng Arvendell"
Mufasa Adventure - Episode 6: "Perjalanan Menuju Benteng Arvendell"
Setelah mendapatkan informasi dari Elina, Mufasa memutuskan untuk berangkat ke Benteng Arvendell, tempat terakhir yang diketahui pernah digunakan oleh Lord Drazeth. Perjalanan ke sana tidaklah mudah, karena benteng tersebut terletak di tengah Hutan Kelam, wilayah yang terkenal dengan banyaknya makhluk buas.
Pagi itu, Mufasa mempersiapkan segalanya. Ia memastikan bahwa Aile Strike Gundam miliknya dalam kondisi prima, dengan semua persenjataan tersimpan rapi di tempatnya:
- Beam Rifle kembali ditaruh di waist skirt sebelah kanan.
- Shield panjang tetap di tangan kiri.
- Dua Beam Saber tersimpan di Aile Pack.
- Dua Armor Schneider tetap berada di bahu kanan dan kiri.
- Dua "Igelstellung" CIWS di kepala siap digunakan kapan saja.
Setelah berpamitan dengan Elina, Mufasa menaiki Gundam-nya dan berangkat menuju Hutan Kelam.
Memasuki Hutan Kelam
Saat memasuki hutan, suasana berubah drastis. Pohon-pohon tinggi dengan ranting-ranting menjulang menciptakan bayangan gelap. Udara terasa dingin, dan suara-suara aneh terdengar dari kejauhan.
Tiba-tiba, radar di kokpit Gundam menangkap pergerakan cepat.
"Musuh mendekat dari sisi kiri!"
Mufasa langsung mengaktifkan sensor termal dan melihat beberapa sosok bergerak di antara pepohonan. Beberapa detik kemudian, tiga makhluk besar muncul—Serigalok, serigala hitam dengan taring panjang dan mata merah menyala.
Tanpa ragu, Mufasa segera mengangkat Beam Rifle dan menembak satu Serigalok yang melompat ke arahnya. Tembakan itu tepat mengenai dada makhluk tersebut, membuatnya tumbang seketika.
Dua Serigalok lainnya menyerang dari arah berlawanan. Mufasa mengaktifkan Armor Schneider dari bahu Gundam dan langsung menebaskan pisau tersebut ke arah salah satu Serigalok, membelahnya dalam sekali tebas. Serigalok terakhir mencoba melarikan diri, tapi Igelstellung CIWS langsung menembakkan peluru cepat dan menumbangkannya.
Mufasa menghela napas. "Baru saja masuk hutan, sudah ada makhluk seperti ini..."
Ia kembali menyimpan Beam Rifle ke waist skirt, memastikan semua senjata tetap berada di tempatnya sebelum melanjutkan perjalanan.
Rintangan di Sungai Valthor
Setelah beberapa jam berjalan, Mufasa tiba di Sungai Valthor, sungai lebar dengan arus deras. Satu-satunya cara menyeberang adalah melalui jembatan kayu tua yang tampak rapuh.
Namun, sebelum ia bisa melangkah lebih jauh, air sungai mulai bergolak hebat. Dari dalam sungai, muncul monster raksasa bernama Gorvash, makhluk berbentuk seperti ular dengan tubuh bersisik keras dan kepala besar.
Gorvash langsung menyerang dengan cara menyemburkan air bertekanan tinggi ke arah Mufasa. Ia menghindar ke samping dan mengangkat Shield panjang untuk menahan semburan tersebut.
Saat air berhenti menyembur, Mufasa melompat dengan Aile Strike Gundam dan mengaktifkan Beam Saber. Ia menebaskan pedangnya ke tubuh Gorvash, namun sisiknya terlalu kuat.
"Serang bagian kepalanya!" pikir Mufasa.
Ia segera menghindar dari serangan ekor Gorvash dan berlari ke sisi lain. Saat menemukan celah, ia mengaktifkan Beam Rifle dan menembak tepat ke mata Gorvash. Monster itu mengeluarkan raungan keras sebelum akhirnya roboh dan tenggelam kembali ke dasar sungai.
Mufasa menyimpan kembali Beam Rifle di waist skirt dan memastikan semua senjatanya tetap aman.
"Aku harus lebih berhati-hati. Monster di sini semakin kuat."
Ia lalu melintasi jembatan kayu dengan hati-hati dan melanjutkan perjalanan menuju Benteng Arvendell.
Benteng Arvendell di Depan Mata
Setelah melewati berbagai rintangan, akhirnya Mufasa tiba di depan Benteng Arvendell. Bangunan besar itu tampak seperti reruntuhan tua dengan dinding batu yang sebagian sudah runtuh.
Namun, sesuatu yang aneh terlihat. Ada cahaya redup yang berasal dari dalam benteng, seolah ada seseorang di sana.
"Jadi... tempat ini tidak benar-benar kosong?"
Mufasa bersiap. Ia tahu bahwa apa pun yang menunggunya di dalam benteng ini, kemungkinan besar bukanlah sesuatu yang bersahabat.
(Bersambung ke Episode 7: "Rahasia di Benteng Arvendell")
