√ Episode 7: "Rahasia di Benteng Arvendell"
Mufasa Adventure - Episode 7: "Rahasia di Benteng Arvendell"
Mufasa berdiri di depan Benteng Arvendell, mengamati struktur bangunan tua yang dipenuhi lumut dan retakan. Cahaya redup yang terlihat dari dalam semakin membuatnya penasaran. Ia memeriksa kembali Aile Strike Gundam, memastikan semua persenjataan masih di tempatnya.
- Beam Rifle tersimpan di waist skirt sebelah kanan.
- Shield panjang tetap di tangan kiri.
- Dua Beam Saber berada di Aile Pack.
- Dua Armor Schneider tersimpan di bahu.
- Igelstellung CIWS di kepala siap digunakan jika diperlukan.
Dengan hati-hati, Mufasa berjalan mendekati gerbang utama yang sudah setengah runtuh. Ia mengaktifkan lampu sorot pada Gundam untuk menerangi jalan di dalam benteng yang gelap.
Penemuan di Dalam Benteng
Saat memasuki ruangan utama, Mufasa melihat prasasti batu besar di tengah ruangan. Tulisan di prasasti itu menggunakan bahasa kuno yang tidak ia mengerti. Namun, di bawahnya terdapat ukiran peta yang menggambarkan lokasi-lokasi di dunia isekai ini.
"Mungkin ini bisa membantuku memahami dunia ini lebih jauh," pikir Mufasa.
Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki dari lorong sebelah kanan. Mufasa langsung bersiap, menaikkan Shield panjang untuk berjaga-jaga. Tak lama kemudian, seorang pria tua berjubah hitam muncul.
"Aku tidak menyangka ada orang yang bisa sampai ke sini," kata pria tua itu.
Mufasa tetap waspada. "Siapa kau?"
"Namaku adalah Ragnor. Aku seorang peneliti kuno yang menghabiskan hidupku untuk mempelajari peninggalan dunia ini. Jika kau sampai ke sini, itu berarti kau mencari sesuatu."
Mufasa mengangguk. "Aku mencari informasi tentang Lord Drazeth. Apa kau tahu sesuatu?"
Ragnor menghela napas panjang. "Lord Drazeth pernah menggunakan benteng ini sebagai markasnya, tapi ia telah lama pergi. Namun, aku menemukan sesuatu yang mungkin menarik bagimu."
Pria itu menunjuk ke bagian bawah prasasti. Di sana, terdapat ukiran pedang raksasa yang terpancung di tengah medan pertempuran.
"Pedang ini dikenal sebagai 'Blade of Arvendell', senjata kuno yang diyakini dapat menyaingi kekuatan monster terkuat di dunia ini. Jika kau ingin menghadapi makhluk-makhluk yang lebih kuat, mungkin kau perlu menemukannya."
Mufasa memperhatikan ukiran itu dengan serius. "Di mana lokasi pedang itu?"
Ragnor menunjuk ke bagian barat peta. "Di sana, ada sebuah tempat bernama Lembah Kurozath. Konon, pedang itu tersegel di dalam kuil yang tersembunyi di dalam lembah."
Mufasa merasa bahwa ini adalah petunjuk penting dalam petualangannya. Ia mengaktifkan sistem penyimpanan di kokpit Aile Strike Gundam untuk merekam peta dan informasi yang didapat.
Kemunculan Monster di Benteng
Tiba-tiba, benteng mulai bergetar. Dari bawah tanah, muncul monster besar bernama Dravagon, seekor naga tanpa sayap dengan sisik sekeras baja dan mata merah menyala.
"Kelihatannya benteng ini memang tidak ditinggalkan begitu saja," kata Mufasa sambil bersiap bertarung.
Dravagon mengeluarkan raungan keras sebelum melesat ke arah Mufasa dengan kecepatan tinggi. Mufasa segera mengangkat Shield panjang untuk menahan serangan cakar Dravagon yang tajam.
Setelah menangkis serangan itu, ia langsung mencabut Beam Saber dari Aile Pack dan menebas ke arah leher Dravagon. Namun, sisiknya terlalu keras sehingga serangan itu hanya meninggalkan goresan kecil.
Dravagon berputar cepat dan mengayunkan ekornya. Mufasa melompat ke belakang untuk menghindar, lalu mengaktifkan Beam Rifle dan menembak langsung ke mata monster itu.
Tembakan tepat sasaran! Salah satu mata Dravagon hancur, membuatnya mengamuk.
Monster itu menyerang secara brutal, menghantam dinding dan pilar di sekitarnya. Mufasa mencari celah, lalu mengeluarkan Armor Schneider dari bahunya dan melompat ke atas kepala Dravagon. Dengan kekuatan penuh, ia menusukkan kedua pisaunya ke tengkuk monster itu, menembus titik lemahnya.
Dravagon mengeluarkan raungan terakhir sebelum akhirnya tumbang.
Kelanjutan Perjalanan
Setelah memastikan bahwa Dravagon benar-benar telah mati, Mufasa menyimpan kembali Armor Schneider di bahunya dan menaruh Beam Rifle di waist skirt. Ia kemudian menoleh ke arah Ragnor.
"Terima kasih atas informasinya. Aku akan pergi ke Lembah Kurozath untuk mencari pedang itu."
Ragnor mengangguk. "Berhati-hatilah. Lembah itu bukan tempat yang bisa dimasuki dengan mudah."
Dengan tekad yang semakin kuat, Mufasa keluar dari Benteng Arvendell dan bersiap melanjutkan perjalanannya menuju Lembah Kurozath.
(Bersambung ke Episode 8: "Misteri Lembah Kurozath")
