√ Episode 26: "Rahasia Valtherion Terungkap"
Mufasa Adventure - Episode 26: "Rahasia Valtherion Terungkap"
Draknor, Sang Raksasa Abyss, terhuyung mundur, darah hitamnya menetes ke tanah. Mufasa tetap waspada di dalam kokpit Aile Strike Gundam, kedua tangan masih menggenggam beam saber putih dengan cahaya pink.
Di sisi lain, Valtherion hanya berdiri santai, seolah tidak peduli dengan luka yang diderita monster peliharaannya.
"Menarik… sangat menarik…" gumamnya sambil menatap Mufasa dengan tatapan tajam.
Mufasa menyipitkan mata. "Kau masih belum menyerah?"
Valtherion tertawa pelan. "Aku tidak perlu berusaha lebih jauh. Kau sudah memberiku cukup banyak informasi."
Mufasa menaikkan alis. "Informasi?"
"Kristal Arvendell sudah diamankan di tempat yang bahkan aku tidak bisa akses. Itu berarti… aku harus mencari cara lain untuk mendapatkannya." Valtherion menyeringai. "Dan aku tahu kau tidak akan membiarkanku begitu saja."
Mufasa mendengus. "Daripada capek-capek mencari Kristal Arvendell, lebih baik kau makan belalang goreng saja."
Valtherion terdiam sejenak, lalu menatap Mufasa dengan bingung. "Belalang goreng?"
Mufasa mengangguk mantap. "Ya. Aku pernah makan belalang goreng secara gratis di salah satu restoran di Kota Eldoria. Rasanya renyah dan gurih. Kau pasti akan menyukainya lebih dari mengejar sesuatu yang tak bisa kau dapatkan."
Valtherion menatap Mufasa dengan ekspresi yang sulit dibaca.
"…Kau bercanda, bukan?"
"Aku serius."
Sejenak, suasana menjadi sunyi. Bahkan Draknor, yang masih terluka, terlihat ragu ingin melanjutkan pertarungan atau tidak.
Lalu, tiba-tiba, Valtherion tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Kau benar-benar aneh, Mufasa. Aku tidak pernah bertemu seseorang sepertimu."
Mufasa tetap diam, menunggu reaksi lebih lanjut.
Valtherion akhirnya menarik napas panjang dan berkata, "Baiklah, aku akan mempertimbangkan belalang goreng itu. Tapi sebelum itu… aku akan memberitahumu sesuatu."
Rahasia Valtherion
Valtherion mulai berjalan perlahan mendekati Aile Strike Gundam. Mufasa tetap waspada, jari-jarinya masih berada di kontrol persenjataan.
"Mufasa, apakah kau tahu… bahwa Kristal Arvendell bukan sekadar kristal biasa?"
Mufasa mengernyit. "Maksudmu?"
"Itu adalah kunci yang dapat membuka gerbang ke sesuatu yang jauh lebih besar. Kristal itu adalah bagian dari Segel Eldrosian, sesuatu yang telah dikunci sejak ribuan tahun lalu."
Mufasa teringat kata-kata Raja Eldros, yang pernah mengatakan bahwa Kristal Arvendell harus dijaga dengan sangat ketat. Namun, ia tidak pernah menyebutkan tentang Segel Eldrosian.
"Dan segel itu mengurung sesuatu?" tanya Mufasa.
Valtherion mengangguk. "Bukan sekadar sesuatu. Tapi seseorang."
Mufasa merasa jantungnya berdegup lebih kencang. "Siapa?"
Valtherion tersenyum misterius. "Seseorang yang mungkin memiliki hubungan denganmu lebih dari yang kau bayangkan."
Mufasa mengerutkan kening. "Apa maksudmu? Aku bukan bagian dari dunia ini."
"Itulah yang kau pikirkan."
Mufasa mulai merasa bahwa ada lebih banyak misteri di dunia ini daripada yang ia sadari.
Namun, sebelum ia bisa bertanya lebih jauh, Valtherion menoleh ke arah Draknor yang masih terluka.
"Sepertinya pertarungan ini cukup sampai di sini." Valtherion menepuk tubuh Draknor. "Kita akan bertemu lagi, Mufasa. Dan saat itu, kau akan tahu apa yang sebenarnya terjadi."
Seketika, Draknor mengeluarkan asap hitam pekat yang menyelimuti tubuhnya dan tubuh Valtherion. Saat asap itu menghilang, mereka berdua sudah tidak ada di sana.
Kembali ke Kota Eldoria
Mufasa memutuskan untuk tidak mengejar Valtherion. Ia menonaktifkan beam saber putih dengan cahaya pink, lalu mengembalikan semua senjata Aile Strike Gundam ke tempatnya:
-
Beam rifle abu-abu tua dengan cahaya hijau terang ke waist skirt sebelah kanan.
-
Beam saber kembali ke aile pack.
-
Shield panjang tetap berada di tangan kiri.
Mufasa menghela napas panjang.
"Jadi… ada sesuatu yang lebih besar dari ini semua?"
Dengan perasaan campur aduk, ia mengarahkan Aile Strike Gundam kembali ke Kota Eldoria.
Ia harus melaporkan semua ini kepada Raja Eldros dan mencari tahu lebih dalam tentang Segel Eldrosian.
(Bersambung ke Episode 27: "Segel Eldrosian dan Masa Lalu yang Terkunci")
